Lapak Ganjar Ternyata Juga Bikin Sukses Orang Malang
Program promosi online yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bernama Lapak Ganjar manfaatnya bukan hanya untuk pelaku UMKM Jawa Tengah.
Editor:
Content Writer
TRIBUNNEWS.COM, MALANG – Lapak Ganjar, program promosi online yang diinisiasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ternyata bukan hanya dirasakan kemanfaatannya oleh pelaku UMKM di Jawa Tengah saja.
Diajeng Maya Art and Craft yang beralamat di Puncak Buring Indah A1/25 Kota Malang Jawa Timur juga ketimban untung setelah ikut di-reposting di Instastory akun orang nomor satu di Jawa Tengah itu.
UMKM yang bergerak di bidang lukis dengan berbagai media seperti keramik, hijab, masker dan lain sebagainya itu mengalami kenaikan permintaan hingga 80 persen. Bahkan permintaan, terutama produk masker datang dari Amerika.
Maya, owner Diajeng Maya Art and Craft menceritakan bahwa usahanya itu mulai dirintis sejak tahun 2015 silam, berdasarkan hobinya melukis. Saat itu, karya lukis keramiknya menyabet juara souvenir keramik sekaligus juara favorit, dalam lomba souvenir yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Malang.
“Berdiri dari tahun 2015 pertengahan tepatnya. Awal mulanya sekedar hobi saja. Kebetulan di Malang Raya ada lomba souvenir yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Malang, dan saya mencoba ikut dan alhamdulillah dapat dua kategori sekaligus. Yang satu keramik dan favorit,” ujarnya, Kamis (7/7/2022).
Pengalaman itu, kemudian dikembangkan menjadi usaha yang diberi nama Diajeng Maya Art and Craft yang bergerak di bidang lukis dengan berbagai media.
“Produknya yang jelas bergerak di bidang lukis dari berbagai media. Awalnya glass painting, karena belajarnya glass painting, terus berinovasi membuat tas lukis, hijab lukis, masker lukis, kain lukis dan lain-lain, juga ada daun lukis,” paparnya.
Namun, usahanya yang sudah ditekuni beberapa tahun itu nyaris tumbang karena dihantam pandemi Covid-19. Di bulan puasa yang biasanya baniir orderan, saat itu sepi permintaan.
“Kondisi pandemi awalnya agak berat, waktu itu awal puasa, biasanya orderan sudah antre, tapi karena ada pandemi tiba-tiba mati dan banyak yang beralih ke sembako untuk memberikan bingkisan,” kisahnya.
Ia pun berinovasi membuat masker lukis. Selain dibutuhkan untuk protocol kesehatan, maskernya sangat fashionable untuk digunakan. Kebetulan waktu itu ia sertakan masker lukis burung Garuda dan pulau Indonesia promo di Lapak Ganjar edisi Hari Pancasila.
“Akhirnya saya berinovasi buat masker lukis. Selain sehat untuk Prokes juga fashionaible. Waktu itu Pak Ganjar bikin edisi Pancasila saya mencoba bikin lukis Garuda dan pulau Indonesia. Alhamdulillah waktu Agustus itu banyak orderan kemerdekaan. Habis direposting Pak Ganjar, meningkat sampai 80 persen untuk masker lukisnya,” ungkap Maya.
Pemintaan masker lukis paling jauh datang dari Amerika. Terumama bergambar wayang, karena banyak orang indonesia di Amerika ingin menunjukkan budaya Indonesia.
“Karena di sana banyak orang Indonesia yang ingin menunjukkan budaya Indonesia,” imbuhnya.
Lantaran dirasa Lapak Ganjar memberikan manfaat yang signifikan, Maya kembali ikut mempromosikan produk keramik lukis di edisi lain.
“Juga keramik lukis saya dapat orderan dari keraton Surakarta, untuk membuat repro lukisan lagi yang mungkin sama beliau mau di pasang ke kafe atau pribadi. Yang jelas ada ordran dari keraton Surakarta. Waktu itu, keramik piring yang di pasang di tembok waktu itu minta gambar ikan sama kupu-kupu. Iya, lukisan jadul direpro lagi dibuat baru lagi untuk dipasang di sana,” ucapnya.