Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

16 Sapi Bantuan Kementan RI Milik Peternak Dirampas Ormas di Sumedang, Catut Nama Kepala Dinas

Ormas di Sumedang merampas 16 sapi milik peternak. Ormas memaksa peternak membuat surat pernyaan dan mencatut nama kepala dinas.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in 16 Sapi Bantuan Kementan RI Milik Peternak Dirampas Ormas di Sumedang, Catut Nama Kepala Dinas
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi sapi - Belasan sapi milik kelompok peternak di Sumedang dirampas oleh oknum ormas. Sapi-sapi diketahui berasal dari bantuan Kementerian Pertanian RI. 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 16 sapi bantuan dari Kementerian Pertanian RI milik peternak dirampas oknum ormas di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Seorang peternak bernama Jojo Atmaja (62) membeberkan kronologi perampasan sapi oleh oknum ormas.

Kejadian bermula saat Jojo dan rekan peternak lain yang tergabung dalam kelompok peternak Maju Jaya 2 mengirimkan proposal bantuan ke Kementerian Pertanian RI.

Jojo menegaskan pihaknya memiliki legalitas jelas dan memiliki kandang yang memadahi.

Terlebih pihak kementerian terkait juga sudah melakukan survei melihat lokasi peternakan.

Singkatnya bantuan kemudian turun berupa 20 sapi untuk diberikan ke Maju Jaya 2.

Baca juga: ORMAS Muluskan Jalan Rampas Sapi Peternak Sumedang dengan Catut Nama Pejabat, Kadis : Engga Ada!

Rekomendasi Untuk Anda

Masalah mulai muncul saat anggota Ormas dari Barisan Olot Masyarakat Adat (BOMA) mendatangi Jojo dan rekannya.

"Akhir Juni, sapi datang ke kampung kami di Desa Cilopang, Kecamatan Cisitu."

"20 ekor sapi, kemudian kami pelihara, oleh 13 orang anggota kelompok peternak kami. Lima hari kemudian, datanglah oknum itu," ucap Jojo, dikutip dari TribunJabar.id, Minggu (10/7/2022).

Dipaksa membuat surat pernyataan

Jojo mengatakan, modus yang dilakukan oknum ormas untuk merampas sapi-sapi peternak dengan membuat surat pernyataan.

Jojo ditekan untuk menandatangani surat yang menyebut pihaknya tidak mampu mengurus sapi.

Sehingga kemudian sapi-sapi diserahkan ke pihak ormas.

"Kami ditekan, di-press, ditungggui hingga tengah malam. Akhirnya sapi mereka angkut," urai Jojo.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas