Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tiga Pendulang Tewas Tertimbun Material Longsoran Bekas Tambang di Solok Selatan

Kapolsek mengatakan, pada sat kejadian ada banyak warga lainnya yang beraktivitas mencari emas dengan cara tradisional menggunakan dulang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Tiga Pendulang Tewas Tertimbun Material Longsoran Bekas Tambang di Solok Selatan
Tribunnews
Ilustrasi mayat - Warga Jorong Talakik, Bagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Selasa (19/7/2022) sekitar pukul 15.00 WIB dikejutkan kabar memilukan karena sebanyak tiga warga tewas tertimbun material longsoran galian bekas tambang. 

Laporan Wartawan Tribun Padang Rezi Azwar

TRIBUNNEWS.COM, PADANG - Warga Jorong Talakik, Bagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan, Sumbar, Selasa (19/7/2022) sekitar pukul 15.00 WIB dikejutkan kabar memilukan.

Sebanyak tiga warga tewas tertimbun material longsoran galian bekas tambang.

Kapolsek Sangir Batang Hari Iptu Dedy Syahputra, Kamis (21/7/2022) tak membantah adanya kecelakaam kerja.

"Iya ada kecelakaan kerja pada Selasa (19/7/2022). Iya ada korban meninggal dunia tiga orang, tapi saya tidak ingat lagi nama-namanya," kata 

Kapolsek mengatakan, pada sat kejadian ada banyak warga lainnya yang beraktivitas mencari emas dengan cara tradisional menggunakan dulang.

"Ada beberapa orang di sana, karena mereka ada seharian di sana bekerja mencari emas dengan cara tradisional.

Baca juga: Polda Metro Ralat Jumlah Tersangka Kasus Kecelakaan Maut Cibubur, Ini Klarifikasinya

Rekomendasi Untuk Anda

Bukan tambang alat berat, karena berada di bekas lubang galain lama yang diulang lagi," kata Iptu Dedy Syahputra.

Korban berhasil dievakuasi sekitar pukul 16.00 WIB dan dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

"Pada saat kejadian cuaca sedang cerah. Masyarakat ini safety saat bekerja kurang, dia hanya berpikir bagaimana dapat duit," kata Iptu Dedy Syahputra.

Kapolsek mengatakan para pendulang emas ini kembali menggali di bekas lubang yang lama dan ada yang diambil pasirnya.

 "Sementara saat diambil itu, tanah yang di atas tentu turun ke bawah dan mengenai warga ini. Tanah yang menimbunnya itu sekitar tiga meter," katanya.

Iptu Dedy Syahputra menyebutkan bahwa masyarakat sekitsr lokasi kejadian kebanyakan memang bekerja sebagai pendulang emas tradisional.

"Sejauh ini kami sering memberikan imbauan, kemarin untuk mengantisipasi tidak terulang kembali. Bahkan, sudah dipasang spanduk di sana agar tidak mendulang emas lagi," katanya.

Namun, pihaknya tidak selalu bisa menahan masyarakat yang hendak mendulang emas untuk kehidupan sehari-harinya.

Sumber: Tribun Padang
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas