Tribun

Penembakan di Semarang

Masa Kecil Kopda Muslimin Diungkap Tetangga Orangtuanya di Kendal

Kopda Muslimin (Kopda M) meninggal dunia di kediaman orangtuanya di kelurahan Kelurahan Trompo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Editor: Willem Jonata
zoom-in Masa Kecil Kopda Muslimin Diungkap Tetangga Orangtuanya di Kendal
(KOMPAS.com/Tangkap layar YouTube Kompas TV)
Kopda Muslimin ditemukan tewas, diduga sebagai dalang dibalik penembakan Rina Wulandari yang merupakan istrinya. Senin (25/7/2022) 

TRIBUNNEWS.COM - Kopda Muslimin (Kopda M) meninggal dunia di kediaman orangtuanya di kelurahan Kelurahan Trompo RT 2 RW 1, Kecamatan Kota Kendal, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Sebelum meninggal Kopda Muslimin berstatus buronan polisi.

Ia diduga sebagai otak rencana pembunuhan terhadap Rini Wulandari, istrinya sendiri. 

Sunariyah, tetangga orangtua dari Kopda Muslimin di Kelurahan Trompo RT 2 RW 1, Kecamatan Kota Kendal, lantas bercerita tentang masa kecil Kopda Muslimin.

Menurut dia, Kopda Muslimin dulu dikenal anak yang baik.

"Orangnya bagus (baik), orangtuanya juga baik," kata Sunariyah, Kamis (28/7/2022).

Ia juga menyebut orangtua Kopda Muslimin juga sosok yang baik hati. Mereka sering membantu tetangga yang membutuhkan bantuan.

Baca juga: Kopda Muslimin Dalang Penembakan Istri Ditemukan Tewas, Muntah-muntah setelah Minta Maaf pada Ortu

"Orangtuanya berprofesi petani dan pedagang, punya toko kelontong," lanjut Sunariyah.

Ia sendiri terkejut saat mendengar Kopda Muslimn meninggal dunia di kediaman orangtuanya.

Apalagi, banyak polisi yang kemudian datang ke sana. Selanjutnya membawa jenazah Kopda Muslimin untuk diautopsi.

Warga setempat sama sekali tak tahu Kopda Muslimin datang ke kediaman orangtuanya. 

"Sama sekali saya tidak tahu kalau Muslimin pulang ke Kendal. Karena memang sudah lama enggak lihat dia pulang ke Kendal," kata Sumar, tetangga orangtua dari Kopda Muslimin, seperti diberitakan Tribunjateng.com, Kamis (28/7/2022).

Sumar juga tak tahu kalau Kopda Muslimin meninggal di rumah orangtuanya. Termasuk kasus yang menjerat almarhum.

Menurut dia, Kopda Muslimin jarang pulang ke Kendal. Kalaupun pulang, biasanya memang hanya momen tertentu. Misalnya hajatan.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas