Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

PROFIL Uu Ruzhanul Ulum, Wagub Jabar yang Usulkan Poligami Jadi Solusi Tingginya Angka HIV/AIDS

Berikut profil Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum yang menjadi sorotan karena usulkan poligami dan nikah muda jadi solusi tingginya HIV/AIDS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in PROFIL Uu Ruzhanul Ulum, Wagub Jabar yang Usulkan Poligami Jadi Solusi Tingginya Angka HIV/AIDS
Warta Kota/Alex Suban
Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum bermain tenis meja di Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (31/1/2022). | Berikut profil Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhaul Ulum yang menjadi sorotan karena mengusulkan poligami dan nikah muda jadi solusi tingginya HIV/AIDS. 

"Allah SWT tidak akan membuat sebuah larangan kecuali kalau dilaksanakan akan mendapatkan kemudaratan, kemafsadatan, kepayahan, kerugian. Salah satunya menikah dan poligami adalah ibadah," ungkapnya.

Maka dari itu, untuk anak muda, Uu menyarankan apabila sudah tidak kuat ingin menyalurkan hasrat seksualnya maka segerakanlah menikah.

Baca juga: Ratusan IRT di Bandung Positif HIV, Pakar : Konseling Pra Nikah Calon Pengantin Jadi Penting  

Sebab, hasrat seksual adalah hal biologis yang juga manusiawi, tetapi tetap harus disalurkan dengan cara yang benar sesuai syariat agama.

"Belum lagi, di era digital, mudah ditemui konten-konten yang menarik perhatian mata dan membangkitkan hasrat seksual."

"Sisi lain kecanggihan teknologi juga memudahkan akses generasi muda yang ingin 'nakal' berselancar menemukan hal-hal berbau memancing hasrat," ujarnya.

Uu juga mendorong keluarga di Jabar agar memberikan dukungan bila ada anak di keluarganya yang berkeinginan menikah.

Lebih baik didukung saja ketimbang terjadi hal yang tidak diharapkan di luar pernikahan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya berharap kepada anak-anak muda kalau kebelet, kawin saja. Orangtua memberikan dukungan, jangan dihalang-halangi. Kalau dihalangi semacam itu, khawatir lebih parah lagi (dampaknya)," katanya.

Selanjutnya, melihat fenomena kaum ibu rumah tangga (IRT) yang juga banyak tertular HIV/AIDS, salah satu solusinya adalah agar suami tidak "jajan" sembarangan.

Baca juga: Waspada! Gejala HIV Mirip Seperti Flu: Demam dan Panas Dingin

Bila suami tidak cukup dengan satu pasangan maka agama pun mengizinkan suami berpoligami, dengan syarat dan sejumlah catatan besar, antara lain harus mampu, adil, dan bijaksana.

"Daripada seolah-olah dia (suami) tidak suka begitu, tapi akhirnya kena (HIV/AIDS) ke istrinya sendiri, toh agama juga memberikan lampu hijau asal siap adil, kenapa tidak?"

"Makanya, daripada ibu kena (HIV/AIDS), sementara ketahuan suami seperti itu, mendingan diberikan keleluasaan untuk poligami," tegas dia.

Oleh karena itu, menurut Uu, sosok suami harus mampu berkomunikasi dengan istrinya kalau merasa punya kemampuan untuk berpoligami.

Namun, Uu mengaskan bahwa pernikahan harus dengan niat ibadah, apalagi nikah punya sejumlah kaidah, seperti kaidah menjaga turunan dan kehormatan.

"Kalau perlu, masyarakat ingin nikah tidak ada biaya, kenapa tidak? Saya akan konsultasi dengan Pak Gubernur untuk ada program (nikah massal) itu."

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas