Tribun

Terkait Kematian Santri Ponpes Gontor Tegaskan Tak akan Menutupi dan Tak Halangi Proses Hukum

Pondok Gontor berharap kasus tersebut dapat diselesaikan dengan terbuka dan transparan sesuai aturan hukum yang berlaku

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Terkait Kematian Santri Ponpes Gontor Tegaskan Tak akan Menutupi dan Tak Halangi Proses Hukum
Kolase Tribunnews.com: Google Maps dan Instagram.com/hotmanparisofficial
(Kiri) Pintu masuk Pondok Gontor 1 yang berada di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur dan (Kanan) Saat Soimah mengaku ke Hotman Paris terkait tewasnya sang anak yang diduga menjadi korban penganiayaan. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra

TRIBUNNEWS.COM, PONOROGO - Pondok Modern Darussalam Gontor menyatakan tidak berniat menutup-nutupi kasus dugaan penganiayaan yang berujung meninggalnya santri AM.

Bahkan, Pondok Gontor tidak akan menghalang-halangi proses hukum pengungkapan kasus tersebut.

Juru Bicara Pondok Modern Darussalam Gontor, Noor Syahid dalam keterangan tertulis mengatakan Pondok Gontor justru berharap kasus tersebut dapat diselesaikan dengan terbuka dan transparan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Pondok Gontor juga tak memungkiri terkait adanya dugaan tindakan penganiayaan terhadap wafatnya santri AM.

Baca juga: Titip Anak Tuntut Ilmu di Ponpes Gontor Malah Tewas Dianiaya, Orangtua Korban Ungkap Penyesalannya

Pondok Gontor pun menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian, termasuk terkait motif di balik dugaan penganiayaan yang mengakibatkan wafatnya AM.

Seluruh pelaku kekerasaan juga sudah diusir dari pondok pada hari yang sama ketika AM dinyatakan wafat dan dikembalikan ke orangtunya masing-masing.

Tindakan tersebut merupakan sanksi terberat di dalam pendidikan Gontor, sedangkan untukhukum negara, Pondok Gontor menyerahkan ke pihak kepolisian.

"Pondok Gontor juga menegaskan bahwa seluruh santri adalah anak kami, amanah dan titipan dari para orangtua untuk kami asuh dan didik.

Demikian juga dengan ananda AM.

Almarhum adalah anak kami," terang Noor Syahid dalam keterangan persnya.

Wafatnya AM karena kasus dugaan penganiayaan adalah duka cita yang mendalam bagi Pondok Gontor.

"Hari-hari ini adalah “ayyamul huzni” hari penuh kesedihan) bagi kami seluruh Keluarga Besar Pondok Modern Gontor, bukan hanya bagi orangtua almarhum dan keluarga almarhum, tapi juga bagi Pak Kiai, para pengasuh, asatidz, puluhan ribu santri, bahkan seluruh alumni Gontor di mana pun berada," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Pondok Gontor Sebut Kematian Santri AM 'Ayyamul Huzni': Kami Tidak Memungkiri

Wiki Terkait

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas