Tribun

Kepala Sekolah SMA Negeri di Ogan Ilir Sumsel Menampar Siswa Karena Rokok: Begini Pengakuannya

Seorang guru perempuan di SMAN 1 Pemulutan Selatan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, disebut menampar siswa satu kelas.

Editor: Erik S
zoom-in Kepala Sekolah SMA Negeri di Ogan Ilir Sumsel Menampar Siswa Karena Rokok: Begini Pengakuannya
net
Ilustrasi menampar 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG- Kepala Sekolah di SMAN 1 Pemulutan Selatan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, disebut menampar siswa satu kelas.

Para siswa tersebut dikumpulkan di sebuah lapangan, kemudian satu persatu ditampar.

Baca juga: VIRAL Video Polisi Tampar Tentara di Palembang, Begini Tanggapan Kodam II Sriwijaya dan Polda Sumsel

Informasi yang dihimpun, video viral peristiwa belasan siswa ditampar guru tersebut terjadi di SMAN 1 Pemulutan Selatan, Ogan Ilir beredar di media sosial dan WhatsApp.

Dalam video berdurasi enam detik tersebut terlihat belasan siswa berseragam duduk jongkok. Terlihat seorang guru yang memukul wajah mereka satu per satu.

Menurut seorang siswi yang tak ingin disebutkan namanya, peristiwa belasan siswa ditampar guru terjadi Rabu (14/9/2022) siang.

Kejadian berawal saat ada laporan kepada guru bahwa ada siswa yang merokok di kelas.

Para siswa lalu diminta menunjukkan siapa yang merokok, namun tak ada yang mengaku.

"Kalau saya benar-benar tidak tahu siapa yang merokok. Tapi kami satu kelas kena marah semua," kata siswi tersebut kepada TribunSumsel.com, Kamis (15/9/2022).

Baca juga: Profil Andi Bachtiar, Sutradara yang Viral Dituduh Tampar dan Maki Kru Film, Kini Dipecat dari IFDC

Siswa-siswi kelas XI IPS tersebut lalu diminta berkumpul dan jongkok di lapangan.

Mereka ditampar oleh seorang guru perempuan yang diketahui merupakan Kepala SMAN 1 Pemulutan, Masnawati.

Siswa dari kelas lain pun merekam kejadian ini dan video tersebar di media sosial.

"Saya yang keberatan itu karena saya ikut dihukum. Padahal saya tidak tahu apa-apa," ungkap siswi tersebut.

Sementara Masnawati mengaku mendaratkan tangan di wajah para anak didiknya itu, semata-mata karena ingin mendidik.

Masnawati menerangkan, dia mendapat laporan dari salah seorang guru bahwa para siswa tersebut kerap membuat ulah di dalam kelas.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas