Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelajar SD-SMP di Surabaya Bebas PR Mulai 10 November, Wali Kota: Jangan Bebani Anak

Seluruh pelajar SD hingga SMP di Surabaya akan bebas PR mulai 10 November 2022. Ini penjelasan wali kota dan kepala Dispendik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Enggar Kusuma Wardani
zoom-in Pelajar SD-SMP di Surabaya Bebas PR Mulai 10 November, Wali Kota: Jangan Bebani Anak
istimewa
Ilustrasi belajar online - Siswa SD hingga SMP di Surabaya akan bebas PR mulai 10 November. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, ingin agar PR tidak membebani anak-anak. 

TRIBUNNEWS.COM - Mulai 10 November 2022 seluruh pelajar Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surabaya akan dibebaskan dari Pekerjaan Rumah (PR).

Aturan pembebasan PR terhadap siswa bertepatan dengan adanya peringatan Hari Pahlawan.

Peniadaan PR bagi siswa tersebut dilakukan lantaran Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya akan segera menerapkan sistem dua jam pelajaran.

Sistem dua jam pelajaran dimaksudkan untuk mendalami karater siswa.

Dengan adanya pembebasan PR tersebut diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam bersosialisasi.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan bahwa PR jangan sampai membebani siswa.

Baca juga: Platform Gaming Kembangkan Aktualisasi Pelajar Melalui Melalui Esports

Namun sebagai gantinya, Pemkot Surabaya akan mengubah PR menjadi program pendalaman karakter siswa.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebetulnya PR itu jangan membebani anak-anak, tapi yang saya ubah PR itu adalah untuk kegiatan pembentukan karakter.

"Saya harap meskipun ada PR tapi tidak terlalu berat dan terlalu banyak, yang penting adalah pertumbuhan karakter mereka," kata Eri Cahyadi pada Jumat (21/10/2022), dikutip dari Kompas.com.

Tak hanya wali kota, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Yusuf Masruh juga turut berperan dalam mengurangi beban PR siswa.

Hal tersebut dilakukan sesuai instruksi wali kota terkait jam sekolah yang terlalu panjang sehingga berakibat pada proses sosialisasi siswa.

Yusuf menjelaskan bahwa proses pembelajaran akan selesai pukul 12.00 WIB kemudian dilanjutkan dengan pengembangan bakat.

"Jam belajar selesai pukul 12.00 WIB dan pendalaman sampai pukul 14.00 WIB. Artinya dua jam sudah efektif, anak-anak bisa mengikuti pola pembelajaran melalui pengambangan bakat masing-masing," ungkap Yusuf,  dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: LSM Jepang Sehari Terima 1000-1500 Konsultasi, Termasuk Dari Pelajar Sekolah Dasar

Pengembangan bakat yang dimaksud oleh kepala Dispendik yakni lukis, menari, mengaji dan lainnya.

Selain itu, Yusuf juga menjelaskan bahwa PR siswa SD hingga SMP dapat diselesaikan di sekolah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas