Tribun

Penangkapan Terduga Teroris

Kepala Sekolah SD Negeri di Sumenep Ditangkap Densus 88, Bupati: Sudah Pernah Dipanggil

Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan aktivitas AR sudah tidak terdengar sejak enam bulan lalu.

Editor: Erik S
zoom-in Kepala Sekolah SD Negeri di Sumenep Ditangkap Densus 88, Bupati: Sudah Pernah Dipanggil
Kompas (11/6/2016)
(Ilustrasi) Densus 88 menangkap terduga teroris, AR kepala sekolah SD Negeri di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, 28 Oktober 2022. 

TRIBUNNEWS.COM, SUMENEP - Densus 88 menangkap terduga teroris, AR kepala SD Negeri di Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, 28 Oktober 2022.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan aktivitas AR sudah tidak terdengar sejak enam bulan lalu.

Baca juga: Densus 88 Dalami Dugaan Surat Ancaman Bom di Lokasi Konser NCT 127

"Bahkan kami waktu itu langsung memanggil yang bersangkutan, secara persuasif kami memberikan pemahaman tentang NKRI harga mati. Karena tidak mungkin kami langsung secara vulgar menyampaikan jika yang bersangkutan diduga masuk dalam jaringan gerakan radikal," terang Achmad Fauzi, Jumat (4/11/2022).

Namun ternyata, AR oleh Densus 88 juga telah diincar dan memantau aktifitas yang bersangkutan.

Hingga pada akhirnya AR ditangkap pekan lalu, dan bersama para terduga lainnya.

"Orang kalau sudah "terpapar" aliran radikal seperti itu memang susah ya. Meski kami sudah menanamkan nilai-nilai kebangsaan, tapi kenyataannya mereka tetap seperti itu," katanya.

Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini memaparkan, bahwa aliran radikal di Sumenep ada beberapa simpul.

Mereka biasanya menggelar pengajian-pengajian secara tertutup dan bahkan sesekali mereka akan ke luar kota.

Baca juga: 3 Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Sumenep Jawa Timur, Ini Penjelasan Kapolres

"Jadi gerakan mereka ini ada simpul-simpulnya, ibaratnya ini seperti pemerintahan. Ada pimpinan tertinggi seperti Bupati, kemudian ada pimpinan OPD, ada di pimpinan tingkat desa seperti kades. Tapi untuk Sumenep jaringannya belum sampai ke bawah. Mereka masih merintis untuk mendirikan pemerintahan," katanya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror menangkap tiga warga Sumenep pada Jumat (28/10/2022).

Tiga warga Sumenep yang ditangkap tersebut masing-masing berinisial AR, NH, dan AR merupakan seorang kepala sekolah di salah satu SD Negeri di Kecamatan Manding.

Sedangkan NH ditangkap di kecamatan Kalianget dan S ditangkap di Desa Pangarangan, Sumenep.

Baca juga: Densus 88: Siti Elina Memang Berniat Temui Jokowi, Siap Berperang Dengan Siapapun yang Halangi

Selain itu, Densus 88 juga menangkap SB di Magetan.

SB diduga merupakan pengasuh salah satu pondok pesantren di Jalan KH Mansyur Sumenep.

SB merupakan warga Magetan yang telah ber-KTP Sumenep sejak 8 tahun lalu, mengikuti istrinya.

Sumber terpercaya di lapangan menyebutkan bahwa keempat terduga teroris itu berafiliasi dengan Jamaah Islamiyah.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Soal Teroris di Sumenep, Bupati Achmad Fauzi Ungkap Simpul Gerakan Para Pelaku: SepertI Pemerintahan

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas