Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Kerabat di Garut Heran Siti Berada di Bali dan Tak Ada Informasi Tewas karena Dibunuh

Siti yang ditemani Noneng, hendak ke Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), setelah dibohongi Wowon untuk mengambil hasil penggandaan kekayaan

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Kerabat di Garut Heran Siti Berada di Bali dan Tak Ada Informasi Tewas karena Dibunuh
Tangkap layar YouTube Kompas TV, istimewa
Pelaku pembunuhan berantai, Wowon, saat ditangkap di rumahnya di Kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (17/1/2023). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNNEWS.COM,  GARUT - Sembilan orang menjadi korban pembunuhan berantai yang diotaki oleh pelaku Wowon Erawan, Duloh dan M Dede Solehudin.

Terungkap salah satu korban diketahui bernama Siti, warga Kabupaten Garut yang tewas tercebur ke laut saat berada di Kapal KMP Marina Primera tujuan Padangbai Bali, Jumat, 12 Februari 2021.

Tribunjabar.id mendatangi rumah keluarga Siti di pelosok Garut Selatan, tepatnya di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (21/1/2023) petang.

KH Ucu, paman Siti di Garut mengatakan, saat itu korban dikabarkan meninggal dunia saat dalam perjalanan di di kawasan Bali.

Saat ditemui di pelosok Kecamatan Pakenjeng, KH Ucu menceritakan detik-detik ia mendapat kabar kematian Siti.

Ia mengaku kaget mendapati informasi bahwa Siti sudah meninggal dunia.

Baca juga: Kasus Pembunuhan Berantai, Kapolda: Selasa akan Sampaikan Perkembangan

Berita Rekomendasi

"Awalnya memang ada kabar pulang dari Saudi tapi tidak pulang ke kampung, katanya diajak temannya ke Cianjur entah rekreasi atau apa kok tiba-tiba muncul di Bali," ujarnya.

Ia mengaku heran dengan keberadaan Siti yang tiba-tiba ditemukan di Bali padahal tidak memiliki keluarga di sana.

Pihak keluarga mencoba mencari informasi lengkap dengan berangkat langsung ke kawasan Pelabuhan Padangbai, Bali.

"Setelah 16 hari, baru bisa dibawa pulang ke kampung dalam kondisi sudah ada di dalam peti. Karena saat itu sudah larut malam, akhirnya keluarga ikhlas tanpa membuka peti," ungkapnya.

KH Ucu menjelaskan keluarganya sudah memastikan bahwa yang berada di dalam peti tersebut adalah Siti.

Pemakaman berlangsung dini hari Pada Minggu 28 Februari 2021 di kampung halamannya.

"Setelah itu terputus, tidak ada informasi apa-apa lagi, apa penyebabnya, gejalanya apa tidak ada, terputus saja."

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Wiki Terkait

© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas