Tribun

Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Sukoharjo Merupakan Residivis yang Bekerja Sebagai Manusia Silver

Pelaku pembunuhan siswi SMP di Sukoharjo sehari-hari beraksi sebagai manusia silver dan dapat mengantongi uang Rp 150 ribu.

Penulis: Faisal Mohay
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Sukoharjo Merupakan Residivis yang Bekerja Sebagai Manusia Silver
TRIBUNJATENG/Khoirul Muzakki
Pelaku pembunuhan berinisial NTH (21) yang tega membunuh gadis berusia 15 tahun di Sukoharjo karena belum puas usai berkencan dengan korban di kamar kos, Senin (23/1/2023). Pelaku sehari-hari beraksi sebagai manusia silver dan dapat mengantongi uang Rp 150 ribu. 

TRIBUNNEWS.COM - Polres Sukoharjo telah mengungkap kasus penemuan jasad siswi SMP di sebuah lahan kosong di Desa Pandeyan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Korban yang berinisial EJR (14) meninggal karena dibunuh seorang pria bernama Nanang Trihartanto (21) yang dikenal lewat aplikasi MiChat.

Pelaku pembunuhan kini telah ditangkap setelah melarikan diri ke Sidoarjo, Jawa Timur.

Sebelum terlibat kasus pembunuhan, pelaku pernah mendekam di penjara karena kasus pencurian motor pada tahun 2020.

Saat dihadirkan di Mapolres Sukoharjo, pelaku mengaku bekerja sebagai manusia silver.

Baca juga: Pengakuan Pihak Sekolah di Sukoharjo Setelah Siswinya Ditemukan Terbunuh, Korban Dikenal Baik

Nanang Trihartanto mengatakan sehari ia beraksi sebagai manusia silver di Jalan Raya Solo-Semarang dan dapat mengantongi uang sekitar Rp 150 ribu dalam sehari.

"Sehari-hari jadi manusia silver, dapat segitu (Rp 150 ribu)," papar Nanang dikutip dari TribunSolo.com.

Uang dari hasil menjadi manusia silver ini digunakan pelaku untuk berkencan dengan korban yang dikenal lewat aplikasi MiChat.

Kronologi Kejadian

Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setiawan, mengungkapkan pelaku ingin berkencan dengan korban yang memasang harga Rp 300 ribu per jam jika ingin berhubungan badan.

Harga tersebut disepakati dan keduanya bertemu di Hotel Setyorini, Kartasura, Sukoharjo.

"Nanang mengaku sudah ada transaksi, korban membanderol Rp 300 ribu untuk satu jam," jelas AKBP Wahyu Nugroho pada Rabu (25/1/2023), dikutip dari TribunSolo.com.

Karena hotel penuh, pelaku mengajak korban ke kosnya yang berada di Kartasura.

Baca juga: Siswi SMP di Sukoharjo Ditemukan Tak Bernyawa, Ada Luka Tusuk di Tubuh Korban

Hubungan suami istri yang dilakukan berlangsung selama 1 jam dan pelaku merasa tidak puas.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas