Firasat Anak Korban Pembunuhan Dukun Sadis di Banjarnegara, Sempat Peringatkan Ayah
Anak korban pembunuhan dukun palsu dengan modus penggandaan uang di Banjarnegara, akui sempat ingatkan ayahnya agar tidak menemui dukun tersebut.
Penulis: Ifan RiskyAnugera
Editor: Daryono

TRIBUNNEWS.COM - Anak korban pembunuhan dukun palsu pengganda uang di Banjarnegara, Glydas Permana mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat memperingatkan sang ayah.
Glydas Permana mengatakan telah memperingatkan ayahnya agar tidak menemui dukun palsu tersebut.
"Saya sudah berusaha ngomong ke ayah agar tidak melakukan itu," ungkap Glydas Permana, dikutip dari YouTube Kompas TV, Rabu (5/3/2023).
Ia menuturkan bahwa sang ayah tidak mendengarkannya dan masih tetap nekat menemui dukun sadis itu.
"Memang ayah saya masih ngeyel, kekeh tetap melakukannya lagi," ujar Glydas.
Kuasa hukum keluarga korban, Heri Tanjung pun mengatakan bahwa proses penyelidikan terhadap dukun palsu tersebut berjalan dengan lancar.
Baca juga: Kronologi Terungkapnya Kasus Dukun Sadis Banjarnegara, Tewaskan 12 Orang, Modus Gandakan Uang
Sebelumnya penyelidikan yang hanya fokus terhadap laporan orang tua Glydas Permana, semuanya pun menjadi terungkap.
"Semua berjalan dengan lancar dan semua terungkap."
"Yang tadinya fokus kepada orang tuanya beliau (Glydas), akhirnya ditemukan puluhan korban yang ditemukan jasadnya," kata Heri Tanjung.
Dalam temuan jasad korban dukun palsu tersebut, kata Heri, ditemukan ada yang sudah menjadi tulang belulang.
Sementara untuk ayah Glydas, jasadnya ditemukan masih utuh.
"Yang ditemukan jasadnya ada yang sudah menjadi tulang belulang, tetapi alhamdulilah jasad ayah Glydas masih utuh," terangnya.
Diketahui, kasus dukun pengganda uang yakni Tohari (45) alias Mbah Slamet tengah menjadi perhatian publik.
Mbah Slamet merupakan warga di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.