Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Cerita Warga Selamatkan Rasmin dari Mulut Ular, Ular Terpaksa Dibunuh Tapi Korban Tak Tertolong

Saat ditemukan warga, tubuh Rasmin dalam kondisi dililit ular. Sedangkan bagian kepala korban sudah dalam posisi di dalam mulut ular.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dewi Agustina
zoom-in Cerita Warga Selamatkan Rasmin dari Mulut Ular, Ular Terpaksa Dibunuh Tapi Korban Tak Tertolong
Kolase foto (handover)
Rasmin bin Mustana (57) tewas dililit ular di Desa Telutu Jaya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra). Bagian kepala korban bahkan sudah dalam posisi di dalam mulut ular sepanjang sekitar 7 meter itu. 

TRIBUNNEWCOM, KENDARI - Rasmin bin Mustana (57), warga Desa Telutu Jaya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra) meninggal dunia akibat dililit ular, Kamis (4/5/2023) malam.

Saat ditemukan warga, tubuh Rasmin dalam kondisi dililit ular.

Sedangkan bagian kepala korban sudah dalam posisi di dalam mulut ular.

Warga pun spontan langsung membunuh ular sepanjang sekitar 7 meter tersebut untuk menyelamatkan nyawa Rasmin.

Baca juga: Detik-detik Wanita Penyadap Karet Tewas Dililit Ular Piton di Sumsel, Ibu-ibu Sempat Ketakutan

Namun sayang Rasmin tak bisa diselamatkan.

Dia meninggal dunia dengan kondisi kepalanya di dalam mulut ular.

Diduga korban mengalami gagal pernapasan akibat lilitan ular yang hendak memangsanya itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Kronologis Kejadian

Tetangga korban, Sulatin (27) menceritakan awal mula kejadian hingga tewasnya Rasmin.

Sulatin mengatakan awalnya korban hendak ke kebun mengontrol hewan ternak peliharaannya sekitar pukul 16.00 Wita, Kamis (4/5/2023) malam.

"Korban seperti biasa aktivitasnya sehari-hari warga di sini yang mayoritas petani dan peternak. Korban ini mengontrol peliharaan ternaknya," kata Sulatin.

Baca juga: Tubuhnya Dililit Ular Piton Sampai ke Dada, Perempuan Penyadap Karet Tewas Diduga Kehabisan Napas

Namun hingga menjelang malam, korban tak kunjung pulang ke kediamannya.

Padahal seharusnya korban sudah berada di rumah menjelang Magrib setelah berkebun maupun mengontrol hewan ternak.

"Tidak seperti biasanya korban sampai malam tidak pulang-pulang. Keluarga panik dan melakukan pencarian bersama warga," jelasnya.

Keluarga dan masyarakat sekitar dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan pencarian tersebut.

Sumber: Tribun Sultra
Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas