Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Satu Warga Tewas Terkena Tembakan Polisi, Ini Tanggapan Sri Sultan HB X dan Bupati Gunungkidul

Warga Gunungkidul tewas terkena tembakan polisi. Sri Sultan Hamengku Buwono meminta kasus ini diusut tuntas meski pelaku merupakan anggota polisi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Sri Juliati
zoom-in Satu Warga Tewas Terkena Tembakan Polisi, Ini Tanggapan Sri Sultan HB X dan Bupati Gunungkidul
Tribunjogya.com/Yuwantoro Winduajie
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menanggapi kasus warga Gunungkidul tewas terkena tembakan aparat kepolisian. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang warga Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta bernama Aldi Aprianto meninggal terkena tembakan polisi.

Kasus ini terjadi saat korban menghadiri pentas musik di Dusun Wuni, Nglindur, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, Minggu (14/5/2023) malam.

Di tengah acara sempat terjadi kericuhan sehingga petugas kepolisian yang berinisial Briptu MK mengeluarkan tembakan peringatan dan mengenai korban.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas dan rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong.

Baca juga: Insiden Polisi Tembak Warga Gunungkidul Hingga Tewas: Pelaku Berstatus Demosi Hingga Tahun 2026

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku telah mendengar informasi warga yang tewas karena kelalaian anggota Polsek Girisubo.

Ia menyerahkan kasus ini sepenuhnya kepada pihak kepolisian agar kasus penembakan dapat diusut tuntas.

"Saya nggak tahu persis ya, saya kira kita lihat dulu itu sengaja atau tidak dan sebagainya nanti kan pada proses itu kan nanti polisi mestinya dilakukan pemeriksaan biar itu urusannya polisi," terangnya, Selasa (16/5/2023).

Rekomendasi Untuk Anda

Sri Sultan Hamengku Buwono X enggan mengomentari perlu tidaknya senjata api dibawa ketika pengamanan karena masuk ranah standar operasional prosedur (SOP) kepolisian.

"Itu kan wewenangnya polisi. Berjaga itu memang pakai peluru betul apa enggak, isi apa enggak, saya juga nggak ngerti. Biar berproses hukum saja jangan dicampuri," imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menganggap insiden ini sebagai musibah.

Baca juga: Aldi Aprianto Tewas Tertembak Polisi, Kapolsek Girisubo Gunungkidul Segera Diperiksa

Sunaryanta meminta masyarakat untuk tidak terpancing emosinya dan melakukan tindakan anarkis.

"Saya minta warga tetap tenang dan tidak terpancing emosi," tuturnya.

Dari inisiden ini diharapkan masyarakat tidak melakukan kericuhan saat ada gelaran hiburan.

Ia memastikan proses hukum kasus ini akan tetap berjalan meski pelaku penembakan seorang aparat polisi.

"Jika ada hiburan seperti itu, hendaknya dinikmati dengan baik, bukan membuat keributan," lanjutnya.

Suasana rumah korban penembakan di Pedukuhan Wuni, Kalurahan Nglindur, Girisubo, Gunungkidul, Senin (15/05/2023). Korban bernama Aldi Aprianto (20) meninggal dunia usai tertembak, diduga dari petugas kepolisian pada Minggu (14/5/2023) malam.
Suasana rumah korban penembakan di Pedukuhan Wuni, Kalurahan Nglindur, Girisubo, Gunungkidul, Senin (15/05/2023). Korban bernama Aldi Aprianto (20) meninggal dunia usai tertembak, diduga dari petugas kepolisian pada Minggu (14/5/2023) malam. (Istimewa)
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas