Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

12 Murid Korban Asusila Oknum Guru Olahraga di Pinrang Trauma, Polisi Ambil Langkah Ini

Rata-rata korban, kata Kombes Santiaji mengalami sifat menutup diri dan takut keramaian karena dampak psikologis dari perbuatan tersangka AM

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in 12 Murid Korban Asusila Oknum Guru Olahraga di Pinrang Trauma, Polisi Ambil Langkah Ini
freepik
ilustrasi rudapaksa - 

Laporan Wartawan Tribun Timur  Nining Angraeni

TRIBUNNEWS.COM, PINRANG - Sebanyak 12 murid SD dilaporkan menjadi korban tindak asusila oleh oknum guru olahraga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Korban yang masih di bawah umur telah diperiksa oleh seorang psikiater.

"Hasilnya, didapatkan korban mengalami trauma," kata Kapolres Pinrang AKBP Santiaji Kartasasmita, Jumat (2/6/2023).

Rata-rata korban, kata Kombes Santiaji mengalami sifat menutup diri dan bahkan takut keramaian karena dampak psikologis dari perbuatan tersangka AM.

Untuk memberikan rasa aman kepada korban, pihak kepolisian memberikan pendampingan psikolog.

Baca juga: Kesaksian Penumpang Pesawat Garuda Rute Manado-Jakarta, Kondisi Kabin Mencekam dan Penumpang Trauma

Hal ini merupakan langkah wajib dalam penanganan kasus anak di bawah umur.

Rekomendasi Untuk Anda

Setiap korban akan mendapatkan pendampingan psikiater untuk mencegah dampak yang timbul terhadap kesehatan mental mereka.

AKBP Santiaji juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto korban karena hal itu dapat merugikan psikologis anak-anak yang masih di bawah umur.

Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga nama baik sekolah karena perbuatan AM merupakan tindakan oleh oknum.

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi pihak sekolah dan orang tua di masa depan untuk terus memberikan pendampingan dan edukasi kepada anak-anak.

Sebelumnya, dilaporkan bahwa sembilan korban telah melapor ke polisi.

Namun, setelah kasus ini berkembang, jumlah korban yang melapor bertambah menjadi 12.

AKBP Santiaji menyebutkan bahwa dari 12 korban ini, 8 siswi dan 4 siswa berada di kelas 1 SD.

Perbuatan AM dilakukan setelah jam pelajaran olahraga.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas