Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Protes Kebijakan Parkir Berbayar, Mahasiswa UNPRI Dikeluarkan oleh Pihak Kampus

Mahasiswa tersebut dianggap melawan kebijakan kampus UNPRI sehingga di Drop Out (DO) secara tak hormat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Protes Kebijakan Parkir Berbayar, Mahasiswa UNPRI Dikeluarkan oleh Pihak Kampus
Shutterstock-Kompas.com
Ilustrasi mahasiswa. Sebanyak empat orang mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI) di drop out (DO) karena berorasi menentang pungutan parkir, Kamis (15/6/2023). 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Sebanyak empat orang mahasiswa Universitas Prima Indonesia (UNPRI) di drop out (DO) karena berorasi menentang pungutan parkir, Kamis (15/6/2023).

Mahasiswa tersebut dianggap melawan kebijakan kampus UNPRI sehingga di Drop Out (DO) secara tak hormat.

Hal itu disampaikan Ria Anglina Syaputri Sitorus selaku Komisaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat UNPRI yang juga merupakan mahasiswa dikampus swasta tersebut.

Baca juga: Dokter Gadungan yang Praktek di OKU Timur Ternyata Mahasiswa Drop Out

Diketahui pada Kamis (15/6/2023) lalu, para mahasiswa terdiri beberapa fakultas dari kampus UNPRI, melakukan demo didepan kampusnya karena merasa resah dengan adanya peraturan baru yang dikeluarkan pihak kampus tentang pembayaran parkir.

"Aksi itu terjadi karena mahasiswa resah terhadap kebijakan UNPRI yakni parkir harus berbayar. Dalam parkir itu ada ketentuan-ketentuan yang menurut mahasiswa tidak masuk akal," kata Ria, Minggu (18/6/2023) malam.

Menanggapi hal tersebut, Ria bersama teman-temannya menggelar diskusi untuk membahas permasalahan tersebut.

"Ketika selesai diskusi, beberapa hari kemudian saya dipanggil oleh pihak kampus untuk menanyakan apa maksud saya membuat seperti ini (diskusi)," ucapnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam pertemuan itu, didapati hasil bahwa kebijakan parkir berbayar tidak bisa lagi ditolak.

Baca juga: Terancam Drop Out, Kekasih Mario Berencana Datangi Sekolah Untuk Klarifikasi Kasus Penganiayaan

Mendengar hal itu, para mahasiswa yang berada di luar gedung kampus menggelar demonstrasi dengan catatan untuk menurunkan Ria.

Pada saat pertemuan Ria dengan pihak kampus tersebut, diketahui dirinya sempat mendapatkan intimidasi dengan bentuk penyanderaan.

"Penyanderaan itu menurut saya adalah ketika saya menyanggupi apa pun kemauan ibu dekan fakultas hukum," bebernya.

Tak hanya itu, usai menggelar aksi didepan gedung kampus, banyak mahasiswa yang mendapatkan ancaman dari pihak kampus.

Selain itu, ada juga tiga mahasiswa yang di DO dari kampus karena dianggap melakukan pelanggaran berat.

"Pengancaman dari pihak kampus yaitu ada yang di DO dan ada yang di skorsing. Untuk yang di DO saya sendiri, Fine, dan Kevin Padang dari fakultas pertanian," ucapnya.

Namun, mahasiswa lainnya, masih terancam skorsing dan beasiswanya dicabut, namun belum menerima surat ancaman tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas