Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ponpes Al Zaytun Akan Dibina, Ridwan Kamil Sebut Ada Kurikulum dan Tenaga Pengajar Baru

Kang Emil menyebut para siswa yang belajar di Ponpes Al Zaytun tetap melakukan kegiatan pendidikannya, namun guru pengajarnya kemungkinan tenaga baru

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ponpes Al Zaytun Akan Dibina, Ridwan Kamil Sebut Ada Kurikulum dan Tenaga Pengajar Baru
Tribunnews.com/ reza deni
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai rapat bareng Menkopolhukam dan Menag di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (3/8/2023). Ia memastikan Ponpes Al Zaytun tidak dibubarkan. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pondok Pesantren Al Zaytun tidak dibubarkan, tapi dilakukan pembinaan. Para pembinanya diputuskan oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Pembinaan Al Zaytun dimaksudkan untuk memastikan bahwa proses belajar mengajar, kurikulum yang digunakan, pola pikir atau mindset yang jadi pedoman adalah Pancasila dan NKRI.

Istilahnya bukan diambil alih tapi akan dibina, didampingi untuk memastikan bahwa proses kurikulum pola pikir mindset semua adalah Pancasila, NKRI seperti yang menjadi kewajiban kita semua

Baca juga: Ridwan Kamil Ungkap Isi Rapat Bareng Mahfud MD dan Gus Yaqut: Ponpes Al Zaytun Tak Akan Dibubarkan

Hal ini disampaikan Ridwan Kamil selepas rapat bersama Menkopolhukam Mahfud MD dan Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas, di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Kamis (3/8/2023).

"Istilahnya bukan diambil alih tapi akan dibina, didampingi untuk memastikan bahwa proses kurikulum pola pikir mindset semua adalah Pancasila, NKRI seperti yang menjadi kewajiban kita semua," kata Ridwan Kamil.

"Itu wilayahnya wilayah Kementerian Agama, dan sudah disepakati akan dibina," lanjutnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan para siswa yang belajar di Ponpes Al Zaytun tetap melakukan kegiatan pendidikannya, namun guru-guru pengajarnya kemungkinan menggunakan tenaga baru atau ada opsi tetap dengan guru yang lama tapi tenaga pengajar tersebut harus sudah melalui pembinaan.

Hal itu kata Ridwan Kamil, akan diatur oleh Kementerian Agama.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Ponpes Al Zaytun Akan Diselamatkan Usai Panji Gumilang Jadi Tersangka

"Tidak dibubarkan, fisik bangunannya tetap ada, siswa-siswanya tetap belajar, tapi dengan kurikulum, guru-guru mungkin baru atau lama tapi sudah dibina yang tupoksi itu ada di Kementerian Agama," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan pemerintah akan menyelamatkan Pondok Pesantren Al Zaytun usai pimpinannya, Panji Gumilang, ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama.

Mahfud mengatakan, kegiatan belajar di pondok pesantren tersebut akan terus berjalan, seiring dengan proses hukum terhadap Panji.

"Jadi pesantrennya itu akan diselamatkan, dijamin akan terus berjalan, tetapi tindak pidananya bagi Pak Panji Gumilang akan dilanjutkan," kata Mahfud di Kediaman Resmi Wakil Presiden, Jakarta, dikutip Kamis (3/8/2023).

Mahfud juga sebelumnya menegaskan bahwa tidak ada masalah di Pondok Pesantren Al Zaytun dari segi pendidikan.

"Sehingga pemerintah memutuskan untuk menjamin kelangsungan pendidikan, sesuai dengan hak-hak konstitusional para santri dan murid,” ujar Mahfud

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas