Warga Cilegon Terdampak El Nino, Permintaan Air Bersih Meningkat
Terdampak El Nino, Permintaan air bersih di Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Mandiri Kota Cilegon meningkat.
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
TRIBUNNEWS.COM - Fenomena El Nino mulai terasa di Kota Cilegon, Banten.
El Nino membuat warga Kota Cilegon alami kekeringan dan krisis air bersih.
Dampak dari El Nino tersebut membuat permintaan air bersih meninggat selama musim kemarau ini.
Permintaan air bersih di Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Mandiri Kota Cilegon meningkat.
"Kalau sbelum kemarau relative ngga ada, masyarakat stok airnya cukup, karena ada titik-titik tertentu yang sudah bisa dibuatkan sumur bor," kata Direktur Perumda Cilegon Mandiri, Taufiqurrohman saat ditemui di kantornya, Kamis (24/8/2023).
Kini, pemerintah sudah menyalurkan air bersih melalui program pipanisasi.
Baca juga: Terdampak Kemarau, Warga di Salah Satu Desa di Banyumas Susah Air Bersih Sejak 2 Bulan Lalu
Selain itu, beberapa daerah sudah memiliki sumur bor, sehingga bisa menyuplai air bersih.
Namun pada musim kemarau ini, ada beberapa daerah yang masih mengalami kekurangan air bersih.
Kebanyakan berada di daerah pegunungan yang mana akses untuk menjangkau air, mengalami sejumlah kendala.
Sejauh ini, pihaknya menerima permintaan dari masyarakat yang meminta untuk dikirimkan air bersih.
"Kita sudah ada permintaan dari Kelurahan Lebak Gede, di sana terdapat dua kampung atau RT yang tidak tersaluri air bersih," ujarnya.
Taufiq menyebut, kedua kampung tersebut berada di wilayah pegunungan.
Keduanya yaitu di Kelurahan Lebak Gede, tepatnya di Batu Payung dan Gunung Penawen.
Sebetulnya, di wilayah tersebut tepatnya di wilayah Cipala, Batu Lawang ada tempat penampungan air.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.