Polres Batang.Bongkar Sindikat Penjualan Barang Kadaluarsa, Begini Modus Pelaku
Berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka diketahui jika mereka mendapatkan makanan kadaluarsa dari wilayah Sidoarjo, Jombang, Mojokerto, Jawa Timu
Editor: Eko Sutriyanto
Laporan wartawan Tribun Banyumas Dina Indriani
TRIBUNNEWS.COM, BATANG - Sindikat perdagangan makanan kadaluwarsa berhasil diungkap jajaran Satreskrim Polres Batang.
Tiga orang ditetapkan sebagai tersangka yakni Arfan Septiadi (39), Teguh Sani Saputra (34), keduanya warga Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas yang ditangkap di wilayah Klaten dan M Susanto (39) warga Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang dibekuk di rumahnya.
Polisi juga mengamankan ribuan produk makanan yang sudah lewat masa kadaluarsanya.
Modus operandi komplotan itu adalah membeli makanan kadaluarsa dari pabrik, kemudian memilah dan merubah bulan dan tahun kadaluarsa yang tertera di kemasan.
Selanjutnya barang-barang tersebut dijual kembali ke pedagang.
Baca juga: Obat Palsu hingga Kadaluarsa Dibuat Produsen Rumahan, Bahan Bakunya dari Terigu
Kapolres Batang AKBP Saufi Salamun mengungkapkan, pengungkapan itu sendiri berkat adanya laporan dari masyarakat yang melapor adanya rumah di Desa Kebumen, Kecamatan Tersono yang dikontrak oleh beberapa orang.
Rumah tersebut dipergunakan sebagai gudang untuk menyimpan makanan yang sudah kadaluarsa.
"Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas kemudian melakukan pengecekan dan menemukan beberapa produk makanan dan minuman berbagai jenis dan merk dalam kondisi kemasan sebagian kotor," terang AKBP Saufi Salamun saat konferensi pers di Mapolres Batang, Rabu (13/9/2023).
Pada saat dilakukan pemeriksaan, tulisan tanggal kedaluwarsa pada kemasan ternyata sudah habis.
Selain itu ada juga sebagian yang tanggal kedaluwarsa sudah dihapus, dan ada juga tanggal kedaluwarsa masih berlaku sampai bulan November sampai Desember 2023.
"Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti yang ditemukan tersebut, diketahui bahwa untuk beberapa produk tersebut sebagian besar untuk tanggal kedaluwarsa sudah diubah.
Lalu makanan yang telah diubah batas kadaluarsa itu akan dijual kembali ke pedagang di beberapa daerah," jelas Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Andi Fajar.
Berdasarkan hasil pemeriksaan para tersangka diketahui jika mereka mendapatkan makanan kadaluarsa dari wilayah Sidoarjo, Jombang, Mojokerto, Jawa Timur.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.