Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Delapan Pemuda Rempang Ditaburi Beras Kuning Usai Penahanan Ditangguhkan

Puluhan warga menyambut delapan pemuda yang dibebaskan setelah terlibat bentrok dengan aparat di Pulau Rempang

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Delapan Pemuda Rempang Ditaburi Beras Kuning Usai Penahanan Ditangguhkan
beres lumbantobing/tribunbatam
Warga Pulau Rempang menggelar syukuran terkait delapan orang yang mendapat penangguhan penahanan terkait bentrok dengan aparat, Kamis (7/9). Tampak warga menangis haru menyambut kepulangan mereka, Minggu (17/9/2023). 

TRIBUNNEWS.COM -- Suasana haru mewarnai halaman pergudangan kelompok tani Yaa-bunayya, Cate Galang, Minggu (17/9/2023) pagi.

Puluhan warga menyambut delapan pemuda yang dibebaskan setelah terlibat bentrok dengan aparat di Pulau Rempang, Kamis (7/9/2023).

Mereka tidak sepenuhnya dibebaskan, tetapi mendapat penangguhan penahanan oleh aparat setempat.

Sejumlah tokoh warga memeluk mereka. Kedelapan orang itu dipasangi tanjak kebanggaan dan ditaburi beras kuning.

Baca juga: Pakar Sarankan Konten Digital Perlu Hadirkan Informasi yang Utuh Terkait Investasi Pulau Rempang

Dukungan moral diberikan warga Rempang kepada Hidayat, Farizal bin Cebol, Roma bin Muslimin, Pirman bin Lamera, Jakarim bin Karoli, Martahan Siahaan, As Arianto dan Ripan Saputra.

Duduk beralaskan karpet biru, masyarakat di sana berkumpul di lokasi itu.

Tak muat di karpet biru, para masyarakat ada yang duduk di pojokan kantin hingga rerumputan.

Rekomendasi Untuk Anda

Lantunan selawat yang didengungkan masyarakat turut mewarnai suasana di sana.

Syair Melayu dan orasi singkat digaungkan para tetua dan tokoh adat untuk membakar semangat masyarakat.

Sementara delapan orang pemuda itu duduk di panggung mini, ditemani para sesepuh dan puak Melayu.

Diiringi musik bernapaskan Islam, satu persatu masyarakat pun menyalami mereka, pelukan hangat dari masyarakat didapati delapan pemuda itu.

“Tetap semangat, kita harus memperjuangkan kampung kita. Kampung nenek moyang kite. Alhamdullilah kalian sudah bebas,” ujar sejumlah masyarakat memeluk satu persatu delapan pemuda itu.

Tak banyak kalimat yang keluar dari delapan pemuda itu.

Baca juga: Soroti Proyek Rempang, PGI Minta Pemerintah Hormati Hak Masyarakat

Mereka mengaku tetap berkomitmen dalam barisan perjuangan warga pulau saat ini.

Dalam rangkaian acara syukuran, delapan pemuda itu ditaburi beras kuning.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas