Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Penyesalan Dede, Pedagang Seblak yang Bunuh Mahasiswa, Menangis Mengaku Dihantui Rasa Bersalah

Pedagang seblak di Lubuklinggau nekat membunuh seorang mahasiswa yang merupakan teman kontrakannya. Kini pelaku menyesali perbuataannya.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Penyesalan Dede, Pedagang Seblak yang Bunuh Mahasiswa, Menangis Mengaku Dihantui Rasa Bersalah
Kolase Tribunnews.com: TribunSumsel.com/Eko Hepronis
Pedagang seblak di Lubuklinggau nekat membunuh seorang mahasiswa yang merupakan teman kontrakannya. Pelaku mengaku dihantui rasa bersalah setelah menghabisi nyawa korban. 

TRIBUNNEWS.COM - Frenki Saputra, seorang mahasiswa semester 7 ditemukan tewas di rumah kontrakannya di Kelurahan Taba Jemekeh, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau, Sumatra Selatan, Jumat (8/9/2023).

Korban ditemukan tewas dengan luka akibat senjata tajam di bagian dada dan leher.

Belakangan diketahui, Frenki tewas dibunuh oleh teman kontrakannya, Dede Nurkholik.

Pedagang seblak itu nekat menghabisi nyawa Frenki karena korban sering menyuruhnya dengan tidak sopan.

Selain itu, Dede mengaku sakit hati karena mengetahui antara korban dan Nia Kurniati, kakak sepupunya memiliki hubungan spesial.

Alasan itu membuat Dede gelap mata hingga nekat membunuh temannya sendiri.

Baca juga: Pembunuh Mahasiswa di Lubunglinggau Berhasil Diringkus, Kini Terancam Pasal berlapis

Kini, Dede hanya bisa menyesali perbuatannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sambil menangis, pria berusia 23 tahun itu meminta maaf kepada keluarga korban, mengutip TribunSumsel.com.

Dede mengaku setelah membunuh korban ia dihantui rasa bersalah.

"Saya minta maaf kepada keluarga korban, saya khilaf, maaf," ujarnya saar pers rilis di Polres Lubuklinggau, Senin (18/7/2023).

Dede mengaku sebelum melancarkan aksinya, ia sempat terlibat cekcok mulut dengan korban.

Saat itu, Dede mengaku, korban marah-marah kepadanya.

"Kami sempat ribut dengan dia, dia marah-marah sama saya, akhirnya saya kesal dengan dia (korban)," terangnya.

Terpisah, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Indra Arya Yudha mengatakan, dari hasil interogasi sementara, motif pembunuhan dipicu cemburu.

"Karena selama ini pelaku kerap disuruh-suruh, sementara korban jarang disuruh, itu menimbulkan kecemburuan kepada pelaku,"kata Indra saat dikonfirmasi TribunSumsel.com.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas