Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sungai Bengawan Solo Kembali Tercemar Limbah Ciu dari Bekonang Sukoharjo

Berdasarkan pemantauan Stasiun KLHK 60 Rusunawa Jurug Jebres, pencemaran di Sungai Bengawan Solo meningkat hingga 7,71

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Sungai Bengawan Solo Kembali Tercemar Limbah Ciu dari Bekonang Sukoharjo
TribunSolo.com / Andreas Chris
Kondisi air Sungai Bengawan Solo yang tercemar limbah ciu, Jumat (16/6/2023). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Pihak IPA Semanggi akan melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukoharjo dan DLHK Provinsi terkait pencemaran Sungai Bengawan Solo yang masih terus terjadi meskipun sejauh ini belum berdampak serius kepada kehidupan warga. 

Meski demikian, koordinasi tetap diperlukan untuk proses penanganan pencemaran itu.

Petugas operasional intake IPA Semanggi, Purnomo mengatakan, pihaknya berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Sukoharjo dengan DLHK Provinsi untuk penanganan limbah ini.

"Dampak tidak ada untuk masyarakat sekitar," imbuhnya.

Adapun DLH Kota Solo mencatat pencemaran Sungai Bengawan Solo meningkat, termasuk saat musim kemarau seperti saat ini. 

Baca juga: Cegah Kerusakan Lingkungan, Industri Penghasil Limbah Wajib Kelola Limbahnya

Berdasarkan pemantauan Stasiun KLHK 60 Rusunawa Jurug Jebres, pencemaran di Sungai Bengawan Solo meningkat hingga 7,71.

Rekomendasi Untuk Anda

 Pencemaran didominasi amonia dengan kategori cemar berat di angka 10,68.

Kabid Penataan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan DLH Solo, Budiyono menjelaskan, kemarau panjang menjadi faktor dominan peningkatan pencemaran.

Aliran air yang berkurang menyebabkan konsentrasi pencemaran meningkat.

"Kalau dikatakan peningkatan kalau sebetulnya peningkatan pembuangan saya kira gimana ya. Debit aliran yang berkurang konsentrasi pencemaran tinggi," terangnya saat dihubungi Jumat (22/9/2023).

Salah satu yang menjadi penyebab pencemaran yakni industri etanol di Bekonang, Sukoharjo.

Tiap tahun saat musim kemarau pencemaran dari industri ini menjadi masalah yang kerap muncul.

"Kaitan dengan pencemaran limbah ciu itu limbah dari Bekonang Sukoharjo. Sudah dari dulu lagu lama itu," terangnya.

Namun, berdasarkan pemantauan di seluruh anak sungai Bengawan Solo, pihaknya menyimpulkan pencemaran dalam kategori ringan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas