Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warung di Karawang Digerebek Emak-emak yang Diduga Jadi Tempat Prostitusi

Puluhan emak-emak di Desa Belendung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat gerudung belasan warung.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Warung di Karawang Digerebek Emak-emak yang Diduga Jadi Tempat Prostitusi
Instagram
Puluhan emak-emak di Klari, Karawang bersatu menggerebek sebuah warung remang-remang yang diduga menjadi tempat prostitusi. Warung remang-remang tersebut ada di samping sawah yang sangat luas. 

TRIBUNNEWS.COM - Puluhan emak-emak di Desa Belendung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat gerudung belasan warung.

Aksi gerebek warung yang diduga tempat prostitusi tersebut pun viral.

Dewi Yuliati (33) selaku ketua PKK Desa Blendung mengatakan, aksi penggerebekan tersebut terjadi pada Sabtu (7/10/2023).

"Kejadiannya itu pada hari Sabtu (7/10/2023). Ada kurang lebih 30 motor yang berangkat ke sana, sekitar jam empat sore, " kata Dewi Yulianti, Selasa (10/10/2023).

Dewi mengungkapkan, ibu-ibu yang menggeruduk itu rata-rata dari majelis taklim.

"Kalau masih tetap buka, bukan hanya dua dusun, tapi ibu-ibu seluruh dusun (akan menggeduruk), " kata dia.

Baca juga: Kronologi Emak-emak di Klaten Masak Telur Pakai Panas Matahari hingga Telurnya Lahap Dimakan Anak

Dewi mengungkapkan, ibu-ibu itu geram melihat kegiatan maksiat di wilayahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemerintah desa, katanya, padahal sudah beberapa kali menutup.

Bukannya tutup, warung itu justru semakin banyak.

"Awalnya memang ada warga desa sendiri yang buka, kemudian malah makin banyak. Kami melihatnya kesal, " kata dia.

Dia berharap warung-warung yang diduga menjadi sarang prostitusi itu tidak buka kembali di daerahnya tersebut.

Pernah dibakar

Sebelum digerebek puluhan emak-emak, warung yang diduga tempat prostitusi itu ternyata pernah dibakar.

Ketua RT 02/05 Dusun Sembang, Desa Belendung, Omin (52), menceritakan, peristiwa pembakaran dilakukan pada 2016.

Saat itu warung-warung tersebut digeruduk oleh ormas FPI yang kini sudah tak ada lagi.

Mereka mendapatkan keluhan dari masyarakat adanya aktivitas prostitusi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas