Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Warung yang Diduga Jadi Tempat Prostitusi di Karawang Kini Ditutup Permanen

Inilah nasib warung yang diduga jadi tempat prostitusi di Karawang yang sebelumnya digerebek emak-emak

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Warung yang Diduga Jadi Tempat Prostitusi di Karawang Kini Ditutup Permanen
TRIBUNJABAR.ID/CIKWAN SUWANDI
Lokasi warung yang diduga jadi tempat prostitusi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat 

TRIBUNNEWS.COM - Pihak terkait kini menutup warung yang diduga jadi tempat prostitusi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Warung tersebut sebelumnya sempat viral lantaran digeruduk emak-emak Dusun Sembang, Desa Belendung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang.

Penutupan warung yang diduga jadi tempat prostitusi tersebut dikonfirmasi ketua RT setempat.

"Tadi bareng Pak Lurah, dari kecamatan sama Satpol PP, Polsek, dan TNI, sudah dinyatakan harus ditutup selamanya, " kata Ketua RT 02/05 Dusun Sembang, Desa Belendung, Omin (52), Selasa (10/10/2023).

Omin mengungkapkan, pemerintah akan melakukan tindakan tegas kalau warung-warung itu buka lagi dipakai untuk kegiatan maksiat.

Dia menyebutkan, ada sekita 12 warung yang berdiri di lahan dekat irigasi milik PJT 2 di Desa Belendung tersebut.

Baca juga: Warung di Karawang Digerebek Emak-emak yang Diduga Jadi Tempat Prostitusi

Omin mengatakan, beberapa warung tersebut merupakan milik warga sekitar. Namun selebihnya milik warga di luar Kabupaten Karawang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kebanyakan merupakan warga luar, " kata dia.

Omin menyebutkan, wanita yang menjalani kegiatan prostitusi berasal dari wilayah Kabupaten Subang dan juga sejumlah daerah utara di Kabupaten Karawang.

"Setahu saya sekarang mereka sudah pergi, lihat saja warung juga sudah tutup dan sepi, " kata dia.

Pernah dibakar

Sebelum digerebek puluhan emak-emak, warung yang diduga tempat prostitusi itu ternyata pernah dibakar.

Ketua RT 02/05 Dusun Sembang, Desa Belendung, Omin (52), menceritakan, peristiwa pembakaran dilakukan pada 2016.

Saat itu warung-warung tersebut digeruduk oleh ormas FPI yang kini sudah tak ada lagi.

Mereka mendapatkan keluhan dari masyarakat adanya aktivitas prostitusi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas