Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Viral Diduga Anak Polisi dan Ponakan Anggota DPRD Bully Teman, Berakhir Minta Maaf: Hanya Bercanda

Berikut informasi soal kasus bullying di Langkat yang diduga dilakukan oleh anak polisi dan ponakan anggota DPRD.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Sri Juliati
zoom-in Viral Diduga Anak Polisi dan Ponakan Anggota DPRD Bully Teman, Berakhir Minta Maaf: Hanya Bercanda
Kolase Tribunnews
Tangkap layar aksi bullying - Berikut informasi soal kasus bullying di Langkat yang diduga dilakukan oleh anak polisi dan ponakan anggota DPRD yang berakhir minta maaf. 

Video permintaan maaf tersebut ditutup dengan para pem-bully meminta maaf langsung kepada korban dan memeluknya.

Informasi tambahan, insiden bullying ini melibatkan sejumlah siswi SMAN 1 Stabat.

Identitasnya BNQ diduga ponakan anggota DPRD Langkat, FDM diduga anak polisi, dan A sebagai korbannya.

Kata ayah korban

Tangkapan layar aksi siswi SMAN di Langkat, Sumatera Utara lakukan bullying ke temannya sendiri dengan cara menarik jilbabnya berulang kali pada Jumat (13/10/2023).
Tangkapan layar aksi siswi SMAN di Langkat, Sumatera Utara lakukan bullying ke temannya sendiri dengan cara menarik jilbabnya berulang kali pada Jumat (13/10/2023). (Instagram @seputaran.binjai)

Ayah korban, W mengaku pertama kali mengetahui anaknya jadi korban bully saat dirinya didatangi guru di rumahnya pada Sabtu (14/10/2023) pagi.

Guru menjelaskan aksi bullying yang menimpa anaknya.

Mendengar hal tersebut, W lantas tidak terima dan meminta masalah ini diselesaikan di sekolah bukan di rumah.

W secara tegas meminta para pelaku dikeluarkan dari sekolah.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, langkah tersebut bisa membuat efek jera dan mencegah aksi bullying terulang kembali di kemudian hari.

"Saya berharap anak-anak itu (para terduga pelaku perundungan) harus dikeluarkan dari sekolah. Jangan dibiarkan, nanti bisa jadi penyakit, dapat memberi contoh kepada anak-anak lain untuk melakukan hal yang sama."

"Kalau tidak dikeluarkan, tidak akan menjadi efek jera kepada yang lain dan kejadian seperti ini dapat terulang kembali," kata W, dikutip dari Tribun-Medan.com.

Baca juga: Cerita di Balik Viral Kampung Mati di Cepoko Semarang, Ditinggal Penghuni karena Kasus Pencurian

W dalam kesempatannya juga menanggapi video klarifikasi dari para pem-bully.

Ia tidak terima dengan permintaan maaf lantaran W tidak ada berada di lokasi saat video direkam.

"Tidak bisa seperti itu (melakukan klarifikasi), saya tidak ada di situ. Intinya saya tidak terima anak saya diginikan (menjadi korban perundungan)," ujar W.

Terakhir W menceritakan, kondisi anaknya masih drop setelah di-bully temannya.

Ia sementara waktu melarang anaknya itu tidak bersekolah.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas