Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga di Sepanjang Aliran Sungai Lau Borus Diminta Waspada Luapan Lahar Dingin Sinabung

Masyarakat diminta agar selalu waspada terhadap aliran lahar dingin, terutama yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Lau Borus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Warga di Sepanjang Aliran Sungai Lau Borus Diminta Waspada Luapan Lahar Dingin Sinabung
TRIBUN MEDAN/HO
Masyarakat diminta agar selalu waspada terhadap aliran lahar dingin, terutama yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Lau Borus. Foto suasana warga sekitar saat banjir terjadi pada Senin (13/11/2023) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Petugas di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen Putra kembali mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap aliran lahar dingin, terutama yang tinggal di sepanjang aliran Sungai Lau Borus.

Meskipun saat ini kondisinya masih terbilang cukup normal, namun tetap harus diwaspadai jika aliran sungai meluap.

"Memang sampai saat ini kita lihat aliran laharannya masih cukup normal, namun tetap kita imbau masyarakat agar waspada apalagi yang tinggal di dekat aliran sungai," ujar Armen Putra, Senin (13/11/2023).

Sebelumnya tingginya curah hujan di Kabupaten Karo membuat volume air sungai yang berhulu di kaki Gunung Sinabung mengalami peningkatan.

Baca juga: UPDATE Gunung Api Indonesia Berstatus Level 3 Siaga: Semeru, Sinabung, Merapi, Ili Lewotolok

Akibatnya Minggu (12/11/2023), material bekas erupsi (lahar dingin) mengalir deras di jalur Sungai Lau Borus.

Diketahui, jalur yang dilintasi oleh sungai ini mengalir ke beberapa kawasan di seputar Kecamatan Tiganderket.

Terkini hari ini, Selasa (14/11/2023), Armen mengungkapkan kondisi Gunung Sinabung terpantau masih memiliki aktivitas yang fluktuatif.

Rekomendasi Untuk Anda

Dimana, aktivitas kegempaannya masih cukup banyak terutama gempa hembusan.

"Masih banyak kegempaannya, apalagi gempa hembusan karena curah hujan tinggi membuat getaran hembusan semakin banyak karena panas lava diguyur hujan. Untuk potensi erupsi tetap masih ada, makanya kita tetap harus waspada," katanya.

Perihal lahar dingin, Armen mengatakan saat ini kondisi laharan memang sudah tidak terlalu besar.

Hal tersebut dikarenakan material yang terbawa oleh air dari kaki Gunung Sinabung sudah lebih sedikit, pasalnya gunung api tertinggi di Sumatra Utara ini tidak lagi mengalami erupsi beberapa waktu terakhir.

"Material yang terbawa air saat ini sudah sisa-sisa erupsi beberapa waktu lalu, tidak ada lagi material baru," ungkapnya.

Baca juga: Banjir Lahar Dingin di Kabupaten Karo Sumut Mengarah ke Sebelah Barat Gunung Sinabung

Sebagai informasi, Gunung Sinabung selama kurun waktu dua tahun terakhir memang sudah tidak lagi mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan.

Gunung Sinabung terakhir kali mengeluarkan material vulkanik pada tahun 2021 lalu.

Berdasarkan catatan dari Pos PGA Sinabung, aktivitas terakhir yang direkam masih menunjukkan aktivitas vulkanik normal di dalam kawah gunung.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas