Pelaku Rudapaksa Adik Kandung di Tolitoli Sulteng Terancam Pidana Maksimal 15 Tahun Penjara
AN (22), warga Desa Tinigi, Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah tega merudapaksa adik kandungnya sendiri.
Editor: Dewi Agustina
![Pelaku Rudapaksa Adik Kandung di Tolitoli Sulteng Terancam Pidana Maksimal 15 Tahun Penjara](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/ilustrasi-korban-pencabulan_2.jpg)
Laporan Wartawan TribunPalu, Rian Afdhal
TRIBUNNEWS.COM, TOLITOLI - AN (22), warga Kecamatan Galang, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng) tega merudapaksa adik kandungnya sendiri.
AN akhirnya ditangkap aparat Polres Tolitoli, Sabtu (16/12/2023) untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Atas perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 82 ayat 1 junto pasal 76E Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara serta denda 5 milliar.
Tindak asusila itu terjadi pada Selasa (2/12/2023) sekitar pukul 23.00 Wita.
Baca juga: Motif Riko Sebar Video Asusila Mantan Pacar Terungkap, Sakit Hati Lantaran Cintanya Diputus Sepihak
Menurut Kasi Humas Polres Tolitoli Iptu Budi Atmojo, peristiwa itu terjadi saat korban dan pelaku tidur di rumah orangtuanya .
Pelaku tiba-tiba masuk ke kamar korban dan membekap wajah korban menggunakan bantal.
Korban sempat melakukan perlawanan, namun kakaknya memaksa untuk melakukan hubungan badan.
Usai merudapaksa korban, pelaku meninggalkan sang adik dalam keadaan menangis.
"Pelaku ditangkap 16 Desember 2023," kata Iptu Budi Atmojo kepada TribunPalu, Kamis (28/12/2023).
Polisi menyita barang bukti berupa pakaian warna hitam dan celana hitam biru.
Polisi juga menyita pakaian dalam milik korban.
Oknum Guru Hamili Siswi
Sementara itu di Pontianak, oknum guru berinisial E ditetapkan sebagai tersangka kasus asusila terhadap siswi SMA hingga siswi itu hamil 7 bulan.
Baca juga: Pelaku Anak yang Lakukan Tindakan Asusila di Ciracas Ternyata Juga Pernah Jadi Korban di Masa Lalu
E telah ditahan di Polresta Pontinak sejak Sabtu 23 Desember 2023.
Kapolresta Pontianak melalui Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Tri Prasetyo mengatakan saat pemeriksaan awal, tersangka E sempat mengelak telah menyetubuhi korban.
Namun setelah serangkaian penyelidikan tersangka akhirnya mengakui perbuatannya.
"Dengan alat bukti yang ada, kami sampaikan kepada tersangka, akhirnya tersangka mengakui perbuatannya, dan pengakuan tersangka cocok dengan pernyataan korban," ujar Kompol Tri Prasetyo, Selasa (26/12/2023).
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis.
Yakni pasal 81, ayat 1 dan 3 Undang-Undang 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dilapis dengan pasal 6 huruf C, pasal 5 huruf A dan G Undang undang nomor 12 tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan seksual, dengan ancaman pidana minimal 5 tahun maksimal 15 tahun.
Baca juga: Pilunya Gadis SMA di Pontianak, Jadi Korban Rudapaksa Guru SMPnya hingga Hamil
Kronologis Kejadian
Diketahui korban berusia 17 tahun dan saat ini sudah bersekolah di salah satu SMA di Pontianak.
Korban disetubuhi pelaku saat duduk di kelas 9 sekolah menengah pertama.
Aksi bejat pelaku dilakukan sekira bulan Mei 2023 lalu.
Modusnya, pelaku mengajak korban berkenalan menggunakan akun Instagram palsu.
Setelah bertemu korban lalu diajak makan dan dibawa paksa ke hotel di Pontianak.
Disana lah korban dirudapaksa pelaku dua kali di hari yang sama hingga akhirnya saat ini hamil.
Kompol Tri menjelaskan pada kasus pidana anak khususnya persetubuhan anak dibawah umur tidak dapat dilaksanakan Restoratif Justice (RJ).
"Di kepolisian Restoratif Justice yang diatur dalam kepolisian luas sekali, namun bila kita melihat adanya norma terkait kasus persetubuhan anak dibawah umur, itu tidak boleh. Apabila saat ini kita menyangkakan tersangka dengan UU TPKS (tindak pidana kekerasan seksual), dimana di TPKS tidak dapat dilakukan RJ," jelasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunPalu.com dengan judul Pemuda Tega Rudapaksa Adik Kandung di Tolitoli Sulteng, Polisi Ganjar Pasal Perlindungan Anak
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.