238 Rumah Rusak Akibat Gempa Sumedang, Kampung Babakan Hurip Terdampak Cukup Parah
Gempa beruntun yang mengguncang Sumedang, Jawa Barat, Minggu (31/12/2023) menyebabkan 238 rumah rusak.
Editor:
Adi Suhendi
"Warga Sumedang, kami mengimbau untuk tidak panik, jika terjadi gempa, silakan SOP dilakukan,"
"Keluar dari dalam rumah dan cari tanah lapang, jangan mikir yang lain,"
"Jangan berlindung di bawah tebing, jangan di bawah pohon, kalau ada gempa masyarakat tenang," katanya, di Babakan Hurip, Senin.
tang mengatakan warga pun harus percaya kepada pemerintah bahwa pemerintah akan hadir membantu.
Sesar Cileunyi-Tanjungsari
Gempa bumi yang mengguncang Sumedang, Jawa Barat pada Minggu (31/12/2023) diduga dipicu sesar aktif di wilayah tersebut.
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid, mengatakan ada berbagai sesar atau patahan bumi yang disebut memicu Gempa Sumedang, seperti Sesar Cileunyi-Tanjungsari dan Sesar Cicalengka.
Saat ini Badan Geologi Kementerian ESDM RI pun sudah turun ke Sumedang untuk melakukan kajian atas gempa bumi tersebut.
Tim lapangan tersebut masih terus mengumpulkan dan mengolah data gempa tersebut.
"Untuk sementara, hasil kajiannya bahwa yang memicunya sesar aktif di sekitar Jawa Barat, Cileunyi-Tanjungsari, ada juga Cicalengka," kata Muhammad Wafid kepada Tribun Jabar.id, di Kampung Babakan Hurip, Kelurahan Kotakaler, Sumedang Utara, Senin (1/1/2024).
Wafid pun mengatakan ada kecenderungan gempa dipicu pergerakan di Sesar Cileunyi-Tanjungsari.
"Ada kemungkinan juga Cileunyi-Tanjungsari, tapi nanti melihat kondisi di lapangan," katanya.
Agak sulit untuk menentukan di mana episentrum gempa dan mengarah ke mana retakannya, sebab sejauh ini belum ditemukan ada retakan tanah.
"Bekas retakan tidak ada. Mengarah ke mana retakan itu, itu akan bisa menentukan," ujarnya.
"Tim lapangan masih sedang bekerja," lanjut dia.
Dia mengatakan, untuk asesment Badan Geologi, hasilnya bisa cepat sekitar tiga hari, asal data-data sudah dikumpulkan.