Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Dian Selamatkan Bayinya Saat Gempa Sumedang Mengguncang, Reruntuhan Timpa Badan Tak Dirasa

epanikan menyelimuti ibu muda bernama Dian Haerani (25) saat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 mengguncang Sumedang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kisah Dian Selamatkan Bayinya Saat Gempa Sumedang Mengguncang, Reruntuhan Timpa Badan Tak Dirasa
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Dian Haerani (25) menggendong bayinya di tenda pengungsian Kampung Babakan Hurip, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Senin (1/1/2024). 

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Kepanikan menyelimuti ibu muda bernama Dian Haerani (25) saat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 4,8 mengguncang wilayah Sumedang, Jawa Barat, Minggu (31/12/2023) malam.

Ketika gempa mengguncang, dirinya sedang berada di warung.

Begitu tanah yang dipijaknya terasa bergoyang, ia teringat dengan anaknya yang ditinggal sendirian di rumah.

Tanpa pikir panjang, ia lantas berlari dari warung ke rumahnya untuk menyelamatkan buah hatinya yang masih berusia 4 bulan.

Meskipun di rumah ada suami, Dian ingat ketika dirinya pamit berbelanja ke warung, suaminya sedang berada di kamar mandi.

Baca juga: Fakta Gempa M 4,8 Sumedang di Penghujung Tahun 2023, Sempat Diwarnai Hoaks, Ini Kata BPBD

"Tak ingat apa-apa kecuali anak saya. Saya lari, masuk rumah," kata Dian saat ditemui di tenda pengungsian Kampung Babakan Hurip, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Sumedang Utara, Sumedang, Jawa Barat, Senin (1/1/2024).

Ia tak peduli dengan reruntuhan yang mengenai badannya saat masuk ke dalam rumah dan bergegas menyelamatkan anaknya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sudah terasa ada reruntuhan jatuh ke badan, tapi tak dirasa. Saya raih anak saya lalu keluar lagi," ucap Dian.

Baca juga: Ratusan Pasien RSUD Sumedang Dievakuasi ke Halaman Akibat Gempa, Keluarga Pasien Sempat Panik

Anaknya yang bernama Ardan Fauzan selamat, begitu juga Dian dan suaminya.

Ketiga anaknya yang sedang berada di luar rumah ketika gempa terjadi pun selamat.

"Kaget sekaget-kagetnya. Itu gempa yang pertama. Dari gempa itu ke gempa-gempa susulan, kami sudah berada di lapangan," kata Dian.

Dian mengatakan, seluruh anggota keluarganya dinyatakan lengkap berkumpul pada pukul 21.30 WIB semalam.

Dian dan bayinya harus tidur di tenda pengungsian yang dibangun BPBD Sumedang.

Dia mengatakan, untuk tidur di tempat terbuka, tak jadi soal baginya.

"Buat saya sih enggak masalah, tapi kasihan ke anak. Udara dan anginnya beda kalau malam," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas