Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

7 Orang dalam Satu Keluarga di Lebak Banten Menderita Lumpuh: Begini Awal Mulanya

Kini satu keluarga tersebut tidak bisa beraktivitas, seperti layaknya orang normal pada umumnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Erik S
zoom-in 7 Orang dalam Satu Keluarga di Lebak Banten Menderita Lumpuh: Begini Awal Mulanya
KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDIN
Satu keluarga di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengalami kelumpuhan kaki. Mereka hidup dari belas kasihan tetangga 

TRIBUNNEWS.COM, LEBAK-Penyakit kelumpuhan menyerang Keluarga Maman Abdurahman (37), warga di Kampung Curug Cihuni, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, Banten.

Kini satu keluarga tersebut tidak bisa beraktivitas, seperti layaknya orang normal pada umumnya.

Maman Abdurahman tinggal di rumah panggung dengan bilik dari bambu.

Baca juga: Kementerian Kesehatan Ungkap Kondisi Tiga Anak yang Alami Lumpuh Layu karena Polio 

Dirinya tinggal bersama delapan anggota keluarganya, sementara tujuh lainnya mengalami kelumpuhan, sedangkan satu orang lainya masih bisa beraktivitas normal.

Maman Abdurahman bercerita jika dirinya tidak bisa jalan sejak dua tahun terakhir.

"Tiba-tiba saja lemas, tidak ada kekuatan (berdiri),” kata Maman ditemui di rumahnya, dikutip Kompas.com pada Kamis (11/1/2024) kemarin.

Sebelum Maman, gejala serupa juga dialami oleh anggota keluarganya yang lain.

Rekomendasi Untuk Anda

Paling awal adalah Misto yang sudah 20 tahun mengalami kelumpuhan kaki.

Total ada enam anggota keluarga Maman yang saat ini tidak bisa berjalan karena mengalami kelumpuhan kaki.

“Ada yang sudah lima tahun, delapan tahun, ada yang 20 tahun juga,” kata Maman.

Karena kelumpuhan tersebut, mereka tidak bisa beraktivitas layaknya orang normal lain.

Baca juga: Kementerian Kesehatan Temukan Kasus Lumpuh Layu Akut Akibat Virus Polio di Jateng dan Jatim

Bahkan untuk berpindah tempat, mereka harus berpegangan ke bambu yang dibuat untuk berjalan tertatih.

Sementara, pekerjaan sehari-hari dilakukan oleh istri Misto yang tidak mengalami kelumpuhan. Lalu, untuk kebutuhan hidup mereka mengandalkan bantuan dari para tetangga.

Menurut Maman, memang pernah dapat bantuan dari Pemerintah, namun hanya dua orang anggota keluarga yang mendapatkannya.

“Untuk sekarang sedapatnya saja, kadang ada tetangga kasih,” kata dia.

Sumber: Tribun banten
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas