Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Profil Buya Syakur, Ulama Indramayu yang Tempuh Pendidikan hingga Afrika dan Eropa, Lulusan Oxford

Berikut profil Buya Syakur, ulama asal Indramayu yang meninggal dunia pada hari ini, Rabu (17/1/2024).

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Profil Buya Syakur, Ulama Indramayu yang Tempuh Pendidikan hingga Afrika dan Eropa, Lulusan Oxford
Ist
Buya Syakur dikabarkan tutup usia di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, Jawa Barat, Rabu, 17 Januari 2024, sekira pukul 01.30 WIB. | Berikut profil Buya Syakur semasa hidupnya, yang telah dirangkum Tribunnews dari berbagai sumber. 

TRIBUNNEWS.COM - Prof. Dr. KH Abdul Syakur Yasin atau yang kerap disapa Buya Syakur dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Rabu (17/1/2024).

Buya Syakur diketahui meninggal di Rumah Sakit Mitra Plumbon, Cirebon, Jawa Barat sekitar pukul 02.00 WIB.

Meninggalnya Buya Syakur ini cukup menyisakan duka, khususnya bagi masyarakat Indramayu.

Buya Syakur wafat pada usia 75 tahun.

Renacanya jenazah Buya Syakur akan dimakamkan pada hari ini, tepatnya pukul 10.00 WIB.

Berikut profil Buya Syakur semasa hidupnya, yang telah dirangkum Tribunnews dari berbagai sumber.

Profil Buya Syakur

Rekomendasi Untuk Anda

Melansir Tribun Jabar, KH Abdul Syakur Yasin atau Buya Syakur lahir pada 2 Februari 1948 di Desa Tulungagung, Kecamatan Sukagumiwang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Buya Syakur merupakan seorang ulama dan pendiri Pondok Pesantren Cadangpinggang.

Semasa hidupnya Buya Syakur dikenal sosok dengan latar belakang pendikan yang tak sembarangan.

Sejak kecil hingga dewasa Buya Syakur menempun pendidikan di pondok pesantren Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Cirebon, Jawa Barat.

Kemudian Buya Syakur melanjutkan pendidikannya di beberapa negara di Timur Tengah.

Baca juga: Kabar Duka: KH Abdul Syakur Yasin atau Buya Syakur Meninggal Dunia, Berikut Sosoknya

Di antaranya di Kairo, Mesir, Libya, Irak Suriah hingga beberapa negara lainnya di Afrika.

Karena kemahirannya berbahasa Arab, Buya Syakur juga telah berkontribusi menerjemahkan kitab-kitab bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia.

Selain menimba ilmu di negara timur, bahkan Buya Syakur juga pernah menimba ilmu di negara Eropa.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas