Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bocah 13 Tahun di Kendari Terkena Peluru Nyasar saat Tidur, Ini Kata Polisi

Bocah tersebut terkena peluru nyasaar di rumahnya di perumahan BTN, Jln Konggoasa, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari, Sultra.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bocah 13 Tahun di Kendari Terkena Peluru Nyasar saat Tidur, Ini Kata Polisi
Net
Ilustrasi - bocah di Kendari terkena peluru nyasar saat sedang tidur 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang bocah perempuan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), terkena peluru nyasar saat sedang tidur, Minggu (11/2/2024).

Peristiwa itu terjadi di perumahan BTN, Jalan Konggoasa, Kecamatan Puuwatu, Kota Kendari.

Korban yang berinisial SF (13) tersebut pun kini tengah dirawat di rumah sakit.

Kapolresta Kendari, Kombes Aris Tri Yunarko mengatakan, kejadian bermula saat pihaknya mendapat laporan ada sejumlah remaja menggunakan parang sedang berada di Kecamatan Puuwatu.

Pihak kepolisian yang mendapat laporan langsung menuju ke lokasi.

Setibanya di lokasi, remaja yang membawa parang itu mencoba menyerang polisi.

Mengutip TribunnewsSultra.com, pihak Patroli Sabhara Polda Sultra yang merasa terdesak mengeluarkan tembakan peringatan.

Rekomendasi Untuk Anda

Lalu, keesokan harinya, ia mendapatkan laporan ada yang terkena peluru nyasar.

"Lalu pada pagi hari, kami mendapat laporan ada yang terkena peluru nyasar, setelah dilakukan penyelidikan dan olah TKP, peluru tersebut identik dengan peluru tembakan peringatan yang dikeluarkan tim patroli," jelasnya.

Ia mengatakan, tembakan peringatan tersebut dikeluarkan dari 1,2 kilometer dari rumah korban.

"Jarak antara rumah korban dan peluru tembakan peringatan sejauh 1,2 kilometer," tuturnya.

Baca juga: Kondisi Pelajar SMP Korban Peluru Nyasar di Kendari, Kronologis versi Polisi hingga Tindak Lanjut

Pihak kepolisian pun akan menanggung semua biaya perawatan korban.

"Mulai dari biaya perawatan hingga biaya rumah sakit Kapolda Sultra sudah perintahkan untuk diganti rugi, termasuk biaya santunan nanti," ujarnya.

Kondisi SF

TribunnewsSultra.com mewartakan, saat ini, korban diketahui sudah selesai melakukan operasi dan dalam kondisi sadar di Ruangan VIP Rumah Sakit Bhayangkara Kendari.

Indas juga menjelaskan, SF sempat ditolak di RS Bhayangkara.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas