Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Pria di Klaten Terlibat Duel Maut, Seorang Jadi Tersangka, Ini Kata Keluarga Pelaku

Orang tua T, Suparno (58) menceritakan, sesaat setelah kejadian, ia tiba di lokasi untuk membawa bebek pulang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Dua Pria di Klaten Terlibat Duel Maut, Seorang Jadi Tersangka, Ini Kata Keluarga Pelaku
TribunSolo.com / Zharfan Muhana
Jenazah W (46) sebelum di evakuasi, diduga tewas usai berkelahi di Desa Jetis, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten (19/3/2024) 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pria peternak bebek berinisial W di Desa Jetis, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ditemukan tewas, Selasa (19/3/2024) lalu.

Pria tersebut diduga tewas setelah jadi korban duel.

Dari duel tersebut, pria berinisial T pun diringkus pulisi.

Orang tua T, Suparno (58) menceritakan, sesaat setelah kejadian, ia tiba di lokasi untuk membawa bebek pulang.

"Anak kena luka di kepala, lalu bebeknya saya bawa pulang sama adik," ujar Suparno.

Ia mengatakan, bila W sebelumnya masih tergeletak belum meninggal.

Tak berselang lama, T didatangi polisi dan membawanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Suparno berharap agar kasus anaknya dapat segera selesai, karena upaya yang di lakukan oleh sang anak hanya perbuatan pembelaan diri.

Bahkan, dukungan didapatkan keluarga T dari paguyuban peternak bebek.

"Diberi support jangan takut, ini pembelaan diri. Daripada kamu (T) menderita sendiri, lebih baik dilawan," ucap Suparno terkait dukungan paguyuban.

Hal ini karena sosok yang meninggal, W dan adik yakni S warga Desa Trunuh diketahui tengah mabuk terpengaruh minuman keras (miras).

Baca juga: Duel Maut Dua Peternak Bebek di Klaten Akibat Rebutan Lahan, Satu Orang Tewas

Suparno mengatakan bila petak sawah tersebut padahal masih di wilayah Desa Jetis, namun oleh keduanya kerap melarang peternak angon di petak sawah itu.

"Setiap penggembala bebek kalau di situ (angon) mesti dielekke (ingatkan). Sebelum sama anak saya, juga sama penggembala Yuli orang Jetis," ungkap dia.

"Itu yo ditinju (pukul), keduanya itu sama anak saya," imbuhnya.

Suparno menjamin, bila anaknya tidak berani memukul dahulu sebelum dirinya diganggu.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas