Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Wanita di Makassar Berontak saat Mobilnya Digembok, Ludahi Telinga Petugas Dishub

Sebuah video aksi pemberontakan wanita yang tak terima mobilnya digembok oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar menjadi viral.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Abdul Muhaimin
zoom-in Wanita di Makassar Berontak saat Mobilnya Digembok, Ludahi Telinga Petugas Dishub
Tangkapan Layar Instagram
Sebuah video aksi pemberontakan wanita yang tak terima mobilnya digembok oleh petugas Dishub Kota Makassar menjadi viral di media sosial. 

TRIBUNNEWS.COM - Beredar viral di media sosial video seorang wanita terlibat perselisihan dengan petugas Dinas Perhubungan Kota Makassar.

Insiden ini diakibatkan mobil wanita tersebut parkir di bahu jalan dan hendak digembok petugas Dishub pada Selasa (23/4/2024) siang.

Wanit berbaju merah tak terima mobilnya digembok dan meneriaki petugas Dishub.

"Janganmiki berteriak ibu," ungkap wanita yang tidak diketahui identitasnya.

Tidak hanya itu, perempuan berbaju merah tersebut juga melabrak petugas yang merekam kejadian tersebut.

Video berdurasi 3.59 detik itu pun viral di beberapa akun Instagram.

Kepala Bidang Terminal, Perparkiran, Audit dan Inspeksi Dishub Makassar, Irwan Sampeang membenarkan kejadian itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Irwan membeberkan kronologi kejadian. Bermula saat mobil itu telah digembok petugas Dishub.

Setelah digembok, petugas Satlantas Polrestabes Makassar pun hendak memberikan tilang.

Namun, upaya tilang yang hendak dikenakan petugas Satlantas tidak diindahkan.

"Gembok itu kalau sudah ditilang, dibuka. Yang penting sudah ditilang pihak Lantas, kami buka," kata Irwan.

Baca juga: Video Viral Perempuan Tak Terima Mobil Digembok, Petugas Dishub Makassar: Kita Gembok, Dia Seruduk

"Begitu mau ditulis tilangnya, tidak mau ditilang. Ibu-ibu ini, maka saya perintahkan untuk menggembok mobil ini," sambungnya.

Mobil perempuan itu, digembok kembali dan keributan pun terjadi.

"Kita gembok, dia seruduk, rampas itu gembok. Mengamuk. Sampai sekarang saya tidak buka gemboknya," bebernya.

Gembok yang terpasang hingga kini, kata Irwan dapat dibuka setelah menandatangani surat tilang Polantas.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas