Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Jam 9 Pagi, Langit Sulut masih Gelap Serasa Malam dan Orangtua Pilih Larang Anak Sekolah

Di wilayah Likupang, Kabupaten Minut kondisinya lebih parah karena kondisinya gelap dan lebih pekat

Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Jam 9 Pagi, Langit Sulut masih Gelap Serasa Malam dan Orangtua Pilih Larang Anak Sekolah
HO
Situasi di Manado akibat letusan gunung Ruang, Tagulandang 

Laporan Tribun Manado Arthur Rompis

TRIBUNNEWS.COM, SITARO - Letusan terbaru Gunung Ruang Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyebabkan fenomena alam unik di sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (30/4/2024).

Langit gelap.

Jarum jam menunjuk pukul 9 pagi namun serasa baru pukul 5 pagi.

Di wilayah Likupang, Kabupaten Minut kondisinya lebih parah.

Gelap di sana lebih pekat.

"Ini jam 8 pagi serasa jam 8 malam, gelap," kata Billy Johanes tokoh agama dari Likupang.

Baca juga: Erupsi Gunung Ruang Lebih Parah daripada Sebelumnya, Kapolres Sitaro: Ketebalan Abu 20 Cm

Saking gelapnya, lampu jalan masih menyala dan begitupun lampu rumah.

Akibat keanehan alam itu, sejumlah warga enggan menyekolahkan anaknya.

"Waduh di sekolah tadi hanya dua siswa saja yang hadir," kata Ani seorang warga Desa Kalawat, Minut.

Kegelapan di siang hari juga mendatangkan heboh di medsos.

Rata rata netizen memposting tentang hal ini.

Letusan terbaru gunung ruang di Tagulandang, Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut) menyebabkan masa tanggap darurat diperpanjang.

"Kembali diperpanjang 14 hari," kata Kaban BPBD Adolf Tamengkel, Selasa (30/4/2024).

Tamengkel menuturkan, Pemprov Sulut menyiapkan sederet langkah menangani dampak letusan terbaru.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas