Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Rumah yang Rusak Akibat Banjir di Luwu Bakal Dapat Bantuan dari BNPB

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Warga Rumah yang Rusak Akibat Banjir di Luwu Bakal Dapat Bantuan dari BNPB
Istimewa
Penampakan dari udara banjir yang terjadi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan 

TRIBUNNEWS.COM - Rumah warga yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan bakal dapat bantuan dari pemerintah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto.

Meski dapat bantuan, ada beberapa mekanisme yang harus dilakukan.

Kuncinya ada di BPBD tingkat daerah dan provinsi.

"Kan laporannya ada rumah rusak, masjid rusak sekolah rusak. Maka BPBD Pemprov dan Pemda segeralah buat R3P yaitu Rencana Rehabilitasi Rekonstruksi pasca bencana," jelas Letjen TNI Suharyanto dalam rapat koordinasi penanganan darurat bencana di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel pada, Senin (6/5/2024).

Dalam R3P ini memuat bangunan yang rusak di terjang bencana.

Nantinya pemerintah pusat akan bergerak membatu warga terdampak.

Rekomendasi Untuk Anda

Letjen TNI Suharyanto mengaku masyarakat yang kehilangan rumah harus dipikir masa depannya.

Sebab, bantuan tidak sepenuhnya ada terus pasca bencana.

Sehingga mekanisme terkait bantuan memperbaiki rumah sudah diatur pemerintah pusat.

"Pertama jelas, rumah masyarakat. Sudah kena banjir, harta benda hilang, tadinya punya rumah tidur dimana?," jelas Kepala BNPB.

"Ada mekanisme pemerintah yang rusak berat dibantu, yang tanah tidak bergeser Rp 60 juta, rusak sedang Rp 30 Juta dan rusak ringan Rp 15 Juta. Itu bagi yang tidak relokasi," lanjutnya.

Disisi lain, Pemda juga harus melihat kawasan tinggal masyarakat yang terkena bencana.

Jika rawan terjadi bencana di masa depan, maka opsi relokasi dibutuhkan.

"Kalau Pemda melihat ini masyarakat kalau masih tinggal disini, tahun depan bisa kena lagi, maka harus pindah. Pemda cari lahannya, kalau sudah ada nanti pemerintah pusat bangun," kata Letjen TNI Suharyanto.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas