Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Mahesya dan Dimas, Korban Bus Maut di Subang, Rela Jadi Kuli Pasir Demi Ikut Acara Perpisahan

Dimas dan Mahesya, korban tewas kecelakaan maut bus di Subang rela jadi kuli pasir demi membayar biaya perpisahan yang berujung tragis.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kisah Mahesya dan Dimas, Korban Bus Maut di Subang, Rela Jadi Kuli Pasir Demi Ikut Acara Perpisahan
dok.
Rombongan wisata siswa SMK Lingga Kencana Depok yang diangkut bus pariwisata PO Trans Putera Fajar sebelum mengalami kecelakaan maut di kawasan wisata Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu petang, 11 Mei 2024. 

TRIBUNNEWS.COM - Cerita pilu datang dari dua korban tewas kecelakaan maut bus di Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2924).

Mereka adalah Mahesya Putra dan Dimas Aditya, siswa SMK Lingga Kencana, Depok.

Rumah mereka hanya berjarak sekira 50 meter di Jalan Parung Bingung, Kecamatan Pancoranmas, Depok.

Sebelum tewas kecelakaan, Dimas dan Mahesya begitu antusias mengikuti acara perpisahan sekolahnya.

Bahkan, mereka rela menjadi kuli pasir demi membayar acara perpisahan Rp 800 ribu.

"Dia (Dimas) tuh jadi kuli pasir sama temannya (Mahesya)."

"Dia tuh juga cari uang jajan apa saja sama buat nambahin berangat ke acara wisuda di Bandung," kata Mariah, Bibi Dimas, dilansir TribunnewsDepok.com.

Rekomendasi Untuk Anda

Semasa hidup, Dimas dikenal sebagai pribadi yang baik.

Ia merupakan anak ketiga, tapi berbeda ayah dari dua kakaknya.

Di usianya yang masih belia, Dimas harus menggantikan perang sang ayah yang telah meninggal empat tahun lalu.

Ia pun ingin segera lulus dan bekerja untuk membantu adik-adiknya yang masih kecil.

Baca juga: Obrolan dan Pesan Terakhir Guru-Siswa SMK Lingga Kencana, Korban Tewas Kecelakaan Bus di Subang

Dia juga berkeinginan untuk kuliah sambil bekerja.

"Dimas pengen sekolah yang benar, ia ingin lulus terus kerja karena masih punya dua adik yang kecil-kecil," ungkap Mariah.

Selain Dimas, kecelakaan maut itu juga merenggut nyawa temannya, Mahesya.

Sama seperti Dimas, Mahesya juga dikenal sebagai pribadi yang baik.

"Dia itu anaknya baik, sama teman di sekitarnya juga Alhamduillah banyak yang suka," kata ibu Mahesya, Rosdiana.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas