Gelagat Aneh Pria yang Bunuh Ibu Kandung di Sukabumi, Datangi Tetangga dan Minta Dibunuh
Warga Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, digegerkan dengan kasus anak bunuh ibu kandung.
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Garudea Prabawati

AKP Ali Jupri menjelaskan, pelaku mendatangi rumah tetangga untuk minta dibunuh karena telah menghilangkan nyawa ibunya.
"Dia berkata pada tetangganya pak tolong bunuh saya, ini ada uang saya kasih, bunuh saya, saya telah membunuh Ibu saya, (itu) disampaikan oleh tersangka," bebernya.
Baca juga: Tampang Pemuda di Sukabumi Habisi Ibunya Diduga Karena Tidak Dibelikan Sepeda Motor, Ini Kata Polisi
Pembunuhan dilakukan menggunakan garpu tanah yang ditemukan di TKP.
Pelaku ditangkap tanpa perlawanan setelah warga melaporkan kasus ini ke kepolisian.
"Informasi awal dari masyarakat bahwa yang bersangkutan telah dibunuh oleh anak kandungnya sendiri. Sementara kami masih mendalami motif daripada pelaku, pengakuan sementara pelaku merasa kesal terhadap ibunya," ucapnya.
Ia menambahkan korban tewas karena mengalami luka tusuk di dada, muka, leher dan kepala.
Proses autopsi jenazah dilakukan di RSUD R Syamsudin SH, Sukabumi.
Saat diperiksa, pelaku mengaku sakit hati karena tak dibelikan sepeda motor.
Namun, penyidik masih mendalami motif pembunuhan ini.
Baca juga: Pemuda di Sukabumi Bunuh Ibu Pakai Garpu Tanah, Kesal Tak Dibelikan Motor
"Itu semua pengakuan lama, kita udah tanya ke keluarga, warga sekitar, tidak ada, cuman tadi dari pelaku sendiri kita tanya ya marah aja sih sama ibunya, cuma kita masih dalami, kita dalami apa penyebab kemarahan daripada tersangka, cuman kalau masalah motor nggak ada, itu tidak ada," tegasnya.
Dalam proses penyelidikan, polisi melibatkan psikolog untuk mengetahui kondisi kejiwaan pelaku.
"Sementara dia menyesali perbuatannya, kita tanya apa menyesal? dia diam, kelihatan pelaku sendiri ada keterlambatan dalam berpikir, tapi masih kita dalami dan kita akan panggil psikolog juga untuk mengetahui kondisi pelaku sebenarnya."
"Sementara pelaku masih bisa ditanya, berarti kan masih dalam keadaan bisa berkomunikasi dan baik," pungkasnya.
Akibat perbuatannya, pelaku dapat dijerat pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.
Sebagian artikel telah tayang di TribunJabar.id dengan judul KRONOLOGI Pria di Kalibunder, Sukabumi, Habisi Nyawa Ibu Kandung, Sempat Tidur Setelah Membunuh
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunJabar.id/M Rizal Jalaludin)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.