Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Akses Jalan Terputus, Pedagang Kawasan Lembah Anai Pasrah Tak Punya Penghasilan

Perekonomian di kawasan Silaiang, Tanah Datar ini pun menjadi susut. Para pedagang yang biasa mendapat rezeki saat ini hanya bisa pasrah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
zoom-in Akses Jalan Terputus, Pedagang Kawasan Lembah Anai Pasrah Tak Punya Penghasilan
Humas BNPB
Kondisi infrastruktur terdampak banjir dan longsor Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (14/5/2024). Dahulu jalan nasional Bukittinggi-Padang via Lembah Anai selalu ramai pengendara. Sekarang mendadak mati suri akibat permukaan jalan yang terputus total pasca banjir bandang pada Sabtu (11/5/2024) malam. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reynas Abdila

TRIBUNNEWS.COM, TANAH DATAR - Dahulu jalan nasional Bukittinggi-Padang via Lembah Anai selalu ramai pengendara.

Sekarang mendadak mati suri akibat permukaan jalan yang terputus total pasca banjir bandang pada Sabtu (11/5/2024) malam.

Baca juga: Prabowo Kunjungi Lokasi Banjir Bandang di Sumbar, Kirim 17 Truk Berisi Bantuan

Perekonomian di kawasan Silaiang, Tanah Datar ini pun menjadi susut.

Para pedagang yang biasa mendapat rezeki saat ini hanya bisa pasrah.

Hal itu yang dirasakan Ismayanto, pemilik lapak bahu jalan penjaja minuman dan makanan.

Baca juga: Kisah Ernita Lolos dari Maut ketika Banjir Bandang Terjang Pandai Sikek: Suara Airnya bak Tsunami

Lapaknya ikut ambruk namun barang-barang dagangannya masih bisa diselamatkan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Jalan yang sekarang putus ini berdampak lah pada ekonomi kami, kami (pedagang) nggak bisa berjualan lagi,” keluh Ismayanto.

Secara kerugian baginya tidak besar hanya lapak saja yang rusak.

Perputaran uang dari berjualan yang biasa didapat harian sekarang tidak ada lagi.

Untuk memenuhi kebutuhan, Ismayanto mengatakan akan bekerja apa saja yang bisa dilakukan.

Jika butuh uang dagangannya sebagai modal akan dijual.

“Dagangan saya taruh di rumah paling nanti kami jual lagi ke agen grosir untuk biaya makan dan sekolah anak,” tuturnya.

Dia mengatakan sudah banyak bantuan yang diberikan dari pihak swasta dan pemerintah untuk membantu kelompok pedagang kecil.

Ismayanto kembali mengenang tragedi bencana galodo yang terhadi di malam hari sekira pukul 22.00 WIB.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas