Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Gunung Marapi Erupsi Lagi Kamis Siang, Warga Dengar Dentuman Keras: Getarannya sampai Loteng Rumah

Gunung Marapi di Sumatra Barat kembali erupsi pada Kamis (30/5/2024) siang, masyarakat mendengar dentuman keras.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti
zoom-in Gunung Marapi Erupsi Lagi Kamis Siang, Warga Dengar Dentuman Keras: Getarannya sampai Loteng Rumah
TRIBUNPADANG.COM/FAJAR ALFARIDHO HERMAN
Visualisasi Gunung Marapi dari Bukik Batabuah, Agam -- Gunung Marapi di Sumatra Barat kembali erupsi pada Kamis (30/5/2024) siang, masyarakat mendengar dentuman keras. 

TRIBUNNEWS.COM - Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi, Kamis (30/5/2024) pukul 13.04 WIB.

Kolom abu teramati sekira 2.000 meter di atas puncak, berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.

Dentuman erupsi kali ini terdengar sampai Pos Pengamatan Gunungapi Marapi di Bukittinggi.

Seorang warga di Tanah Datar, Ikhwan Arif mengatakan, dentuman erupsi Gunung Marapi terdengar keras.

"Getarannya terdengar juga sampai ke loteng rumah," kata Ikhwan melalui pesan WhatsApp, dilansir TribunPadang.com.

Dikatakannya, sejumlah warga terkejut dengan suara dentuman dan bergegas keluar rumah.

Senada, Ronald yang berada di Nagari Panampuang, Kabupaten Agam juga mendengar dentuman keras saat Gunung Marapi mengalami erupsi.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengibaratkan dentuman itu seperti suara ban truk meletus.

"Seperti bunyi ban fuso (truk) meletus, tapi ini sampai bergetar jendela," terangnya.

Ronald mengungkapkan, sejumlah warga keluar rumah karena terkejut, namun tidak berhamburan.

Saat ini, Gunung Marapi berada pada Status Level III atau siaga.

Baca juga: Warga Dengar Dentuman Keras, Gunung Marapi Sumbar Kembali Erupsi, Status Siaga

Oleh karena itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Marapi untuk selalu waspada.

Warga juga diimbau agar tidak melakukan kegiatan dalam wilayah radius 4,5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Marapi.

Selain itu, masyarakat diimbau menjauhi daerah aliran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi.

Serta waspada terhadap potensi risiko bahaya lahar yang dapat terjadi terutama saat terjadi hujan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas