Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tangis Aldi Pecah Saat Ceritakan Penyiksaan yang Dialaminya, Farhat Abbas Sampai Teteskan Air Mata

Tidak hanya Aldi, tersangka lain kini jadi terpidana kasus Vina juga mendapatkan serupa yakni disiksa, diinjak, ditendang hingga rambut dibakar

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Tangis Aldi Pecah Saat Ceritakan Penyiksaan yang Dialaminya, Farhat Abbas Sampai Teteskan Air Mata
TRIBUNJABAR.ID/EKI YULIANTO
Suasana sidang Peninjauan Kembali (PK) Saka Tatal di Pengadilan Negeri (PN) Cirebon, Jawa Barat, Selasa (30/7/2024) 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNNEWS.COM, CIREBON- Sidang lanjutan Peninjauan Kembali (PK) Saka Tatal di Pengadilan Negeri (PN) Kota Cirebon sempat diwarnai tangisan dan teriakan emosional.

Aldi merupakan salah satu warga yang ikut ditangkap pada tahun 2016 silam bersama kakaknya, Eka Sandi.

Namun Aldi dibebaskan dan ditukar dengan kakaknya yang masih menjalani masa tahanan.

Sejumlah kuasa hukum Saka Tatal pun turut menangis saat mendengar keterangan dari Aldi termasuk pengacara ternama Farhat Abbas.

Aldi secara runtut menceritakan penderitaannya ketika ikut ditangkap oleh petugas kepolisian empat hari setelah kejadian kematian Vina dan Eki Cirebon tanggal 27 Agustus 2016 lalu. 

Aldi menceritakan kronologi penyiksaan saat baru ditangkap hingga digiring ke Mako Polres Cirebon Kota. 

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Aldi, penangkapan terjadi pada tanggal 31 Agustus 2016 sekitar pukul 16.30 WIB.

Baca juga: 8 Saksi Fakta Diajukan Saka Tatal di Sidang PK Kasus Vina Cirebon: Liga, Mega, Widi, hingga Selis

"Waktu ditangkap bareng saya, si Saka ini. Yang nangkap Pak Rudiana sama teman-temannya, ada tiga orang.

Mereka naik mobil," ujar Aldi saat dikutip Tribun di dalam sidang PK Saka Tatal, Selasa (30/7/2024). 

Aldi mengatakan, bahwa dirinya dan Saka Tatal langsung mengalami kekerasan fisik di kantor polisi.

"Waktu di kantor polisi ya langsung dipukuli. Saya hanya ditangkap dan sampai ke gerbang Polres Cirebon Kota disuruh jalan bebek.

Terus kami disiksa, diinjak, ditendang, sudah kaya binatang," ucapnya, dengan nada penuh emosi.

Saat penangkapan, Iptu Rudiana mengenakan kemeja.

Awalnya Aldi tidak mengenal Iptu Rudiana, namun dua minggu kemudian ia mengetahui identitasnya setelah sering melihat di ponsel.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas