Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

RSUP Dr. Kariadi Akui Ada Bullying PPDS: Oknum Memanfaatkan Posisinya, Sedang Dicari

RSUP dr Kariadi Semarang mengakui adanya bullying dalam PPDS, pihaknya tengah mencari oknum yang memanfaatkan posisinya untuk melakukan perundungan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in RSUP Dr. Kariadi Akui Ada Bullying PPDS: Oknum Memanfaatkan Posisinya, Sedang Dicari
kompas.com
RSUP Kariadi Semarang. RSUP Dr. Kariadi Semarang mengakui adanya bullying dalam PPDS, pihaknya tengah mencari oknum yang memanfaatkan posisinya untuk melakukan perundungan. 

Dekan FK Undip, Yan Wisnu Prajoko, mengatakan praktik perundungan telah terjadi secara sistematik dan kultural.

Perundungan itu dilakukan secara fisik maupun sistem jam kerja hingga adanya kewajiban iuran.

"Kalau perundungan fisik tidak terlalu banyak. Lebih banyak terkait perundungan jam kerja dan iuran," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung A FK Undip, Jumat.

Sementara perundungan melalui beban kerja bisa terjadi karena bagian anestesi melekat dengan layanan operasi di rumah sakit.

Selain itu, PPDS Anestesi tak hanya melayani bagian ruangan ICU, melainkan juga titik lainnya.

Artinya, PPDS Anestesi lebih berat dibandingkan PPDS lain secara beban kerja.

"Seharusnya dari 84 mahasiswa PPDS dengan 20 dokter di RSUP dr Kariadi Semarang, kalau tidak bisa membagi, ini perlu pendalaman."

Rekomendasi Untuk Anda

"Semestinya kalau beban kerja besar dengan SDM juga besar, maka potensi kerja overtime seperti ini tidak muncul," tandasnya.

Sebelumnya, kasus bullying di PPDS Undip menjadi perbincangan setelah dokter Aulia Risma Lestari ditemukan tewas di kamar kosnya di Kota Semarang, Senin (12/8/2024).

Dokter Aulia mengakhiri hidup diduga karena tak kuat menjalani PPDS Anestasi di Undip.

Baca juga: Terbongkar Sudah, dr Aulia Risma Dipastikan Dibully Senior, Dekan FK Undip Meminta Maaf Akui Salah

Menurut sumber yang tak ingin disebutkan identitasnya, korban diduga mengakhiri hidup dengan menyuntikkan obat bius jenis Roculax ke tubuhnya sendiri.

"Korban diduga melakukan bunuh diri dengan menyuntikkan Roculax di kamar kosnya," katanya kepada TribunJateng.com, Rabu (14/8/2024).

Korban merupakan seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal yang sedang menjalani tugas belajar sebagai peserta PPDS Anestesi Undip.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul BREAKING NEWS! RSUP dr Kariadi Semarang Akui Ada Perundungan Terhadap dr Aulia Mahasiswi PPDS Undip

(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJateng.com/Iwan Arifianto)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas