Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Identitas 7 Jasad di Kali Bekasi Belum Terungkap, Hanya 5 Keluarga yang Datangi RS Polri

RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur belum dapat memastikan penyebab kematian tujuh remaja yang jasadnya ditemukan di aliran Kali Bekasi, Kota Bekasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Febri Prasetyo
zoom-in Identitas 7 Jasad di Kali Bekasi Belum Terungkap, Hanya 5 Keluarga yang Datangi RS Polri
Kolase Tribunnews.com: Tribunnews.com/Reynas
Awal mula penemuan 7 mayat di Kali Bekasi, Minggu (22/9/2024), dua jasad ditemukan berdempetan, tiga lainnya tertelungkup seperti batu. 

TRIBUNNEWS.COM - Proses identifikasi 7 jasad laki-laki yang ditemukan mengapung di kali Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, masih dilakukan.

Kondisi 7 jasad sudah mengalami pembusukan dan diduga berada di dalam air lebih dari sehari.

Kepala Bidang Pelayanan Kedokteran (Kabid Yandokpol) Rumah Sakit Bhayangkara Polri, Kombes Pol. Herry Wijatmoko, mengatakan uji toksikologi dan patalogi anatomi dilakukan untuk mengungkap penyebab kematian 7 remaja.

"Faktanya (jenazah ditemukan) terendam, pemeriksaan hari ini kita memastikan sebab kematian. Nanti kita akan sampaikan detail hasilnya," ucapnya, Senin (23/9/2024), dikutip dari TribunBekasi.com.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, tak ditemukan tanda kekerasan pada ketujuh jasad.

"Seperti yang kemarin disampaikan dari (pihak) Reskrim tidak ada tanda perlukaan terbuka, itu sudah jelas. Itu data dari kami (tim forensik RS Polri Kramat Jati) juga," imbuhnya.

Menurutnya, proses identifikasi terkendala kondisi jasad yang tak dapat dikenali.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain itu, hanya 5 keluarga yang mendatangi RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.

"Baru lima keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Harapan kami masyarakat yang merasa anggota  keluarganya belum pulang dapat melapor," katanya.

Ia menambahkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Kramat Jati memerlukan data pembanding antemortem meliputi sidik jari, sampel DNA, dan gigi dari pihak keluarga korban.

"Kita masih memerlukan data-data tambahan untuk memastikan seseorang teridentifikasi sebagai siapa," tandasnya.

Baca juga: Polisi Sempat Selamatkan 4 Remaja Lain yang Ceburkan Diri di Kali Bekasi, Kasus 7 Mayat Terapung

Herry Wijatmoko menambahkan jasad ketujuh remaja terendam air lebih dari sehari sebelum ditemukan warga.

"Dari pemeriksaan awal, ketujuh jenazah tersebut memiliki ciri yang hampir sama, satu terendam air. Jadi air itu suhunya rendah sehingga kehisap, tapi begitu sudah diambil dia akan proses pembusukan berjalan," bebernya.

Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menyatakan ketujuh remaja tersebut menceburkan diri ke kali.

Ia belum dapat memastikan ketujuh remaja lompat ke kali lantaran panik dikejar petugas kepolisian.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas