Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bermain di Embung, Bocah SD di Boyolali Ditemukan Tewas Tenggelam

Seorang anak SD berinisial AR (7) ditemukan tewas tenggelam di embung di Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (26/9/2024).

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Bermain di Embung, Bocah SD di Boyolali Ditemukan Tewas Tenggelam
IST
Ilustrasi tewas tenggelam. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang bocah SD berinisial AR (7), ditemukan tewas tenggelam di embung di Dukuh Sidomulyo, Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (26/9/2024).

Insiden nahas bermula saat keluarga AR curiga karena menemukan sandal korban di pinggir embung.

"Kemarin (Rabu, red) sekitar pukul 14.30 WIB orang tua korban mencari dan menemukan sandal di pinggir embung," kata Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Suratno, dikutip dari TribunSolo.com.

Suratno menjelaskan, kejadian bermula saat AR bermain bersama 2 teman sebayanya pada Rabu (25/9/2024).

Pada Rabu sekira pukul 11.00 WIB, korban dan dua temannya itu masih terlihat bermain di halaman TK setempat.

Lalu pada pukul 13.00 WIB, mereka pindah bermain di sekitar embung.

Proses evakuasi korban tenggelam di embung di Dukuh Sidomulyo, Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Boyolali, Kamis (26/9/2024)
Proses evakuasi korban tenggelam di embung di Dukuh Sidomulyo, Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Boyolali, Kamis (26/9/2024) (TribunSolo/Dok. Polres Boyolali)

"Sekitar jam 14.30 WIB orang tua korban mencari dan menemukan sandal di pinggir embung," kata Suratno.

Rekomendasi Untuk Anda

Informasi tersebut langsung didengar oleh warga sekitar.

Warga sekitar yang mempunyai kecurigaan bahwa korban terjatuh di embung kemudian melakukan pencarian.

Termasuk dengan mengurangi air embung yang menjadi lokasi tenggelamnya AR.

Suratno mengatakan, warga berusaha mengurangi air embung dengan cara disedot menggunakan mesin pompa air.

Baca juga: Pelajar SMP di Tasikmalaya Tewas Dianiaya karena Knalpot Brong, Polisi Tetapkan 9 Tersangka

"Yang semula 4 meter menjadi 2,5 meter dengan cara disedot," kata Suratno.

Tim gabungan yang datang dan mendirikan posko pun juga melakukan pencarian, baik menggunakan perahu rafting dan jangkar diterjunkan.

Selain penyusuran menggunakan perahu karet, tim gabungan juga menurunkan tim penyelam.

Pencarian pada hari Rabu tidak membuahkan hasil, sehingga dilanjutkan hari Kamis.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas