Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

TK hingga SMP di Bugalima Flores Timur Diliburkan Pascakonflik Batas Desa

Dari konflik yang berujung pembakaran sejumlah bangunan ini, para siswa terganggu proses sekolahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in TK hingga SMP di Bugalima Flores Timur Diliburkan Pascakonflik Batas Desa
TRIBUNFLORES.COM/ARNOLD WELIANTO
Suasana di SDI Bugalima, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, NTT, Rabu 23 Oktober 2024. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah kabar terbaru soal kasus konflik sengketa batas tanah antar Desa Ilepati dan Bugalima di Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dari konflik yang berujung pembakaran sejumlah bangunan ini, para siswa terganggu proses sekolahnya.

Kepala Desa Bugalima, Yohanes Polikarpus Baka Tukan menuturkan, ada tiga lembaga sekolah terganggu proses belajar mengajarnya.

Mulai dari tingkat TK/Paud, SD Inpres Bogalima, dan SMP Satap Negeri Bugalima.

"Tiga lembaga pendidikan dari tingkat TK/Paud, SD Inpres Bogalima dan SMP Satap Negeri Bugalima ini diliburkan sejak hari kejadian hingga hari ini," ujarnya, dikutip dari TribunFlores.com.

Faktor keamanan jadi alasan para siswa diliburkan.

Kades menuturkan, pihak Pemdes sudah melakukan komunikasi dengan Pemkab Flores Timur terkait keamanan di Desa Bugalima untuk menjamin lancarnya proses belajar siswa.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita sudah bangun komunikasi dengan Pemkab dan pihak keamanan menjamin situasi keamanan di Desa Bugalima, termasuk apabila anak-anak masuk sekolah," jelasnya.

Ia menuturkan, saat ini para siswa ikut mengungsi bersama keluarganya.

Saat sudah masuk sekolah, nantinya para siswa juga akan diberikan trauma healing.

Ratusan Warga Mengungsi

Pascakonflik yang terjadi Senin (21/10/2024) ini, ada 177 jiwa atau 52 Kepala Keluarga (KK) yang mengungsi ke Desa Wureh.

Baca juga: Soal Konflik Antar Desa di Flores Timur, Ratusan Warga Mengungsi hingga Anak-Anak Trauma

Mereka mengungsi di rumah-rumah penduduk karena kondisi desanya tak kondusif.

"Ada 52 KK atau 177 jiwa yang mengungsi ke Wureh, mereka menempati rumah-rumah penduduk dan malam setelah doa, mereka tidur di dua Kapela, sementara yang lainnya di rumah warga," kata Sekretaris Desa Wureh, Florianus Karwayu, Rabu (23/10/2024).

Kepada TribunFlores.com, para warga yang mengungsi ini membutuhkan bantuan seperti air minum hingga perlengkapan tidur setelah rumah terbakar.

"Yang dibutuhkan saat ini itu air, perlengkapan tidur, karena saat terjadi kebakaran itu, seluruh rumah warga ludes terbakar," jelasnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas