Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perlu Kolaborasi Atasi Kemiskinan di Riau

Ketua Yayasan Rumah Energi, Rusman menyatakan daerah yang kaya sumber daya migas seperti Provinsi Riau masih dijumpai kemiskinan yang cukup signifikan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: willy Widianto
zoom-in Perlu Kolaborasi Atasi Kemiskinan di Riau
Istimewa
Focus Group Discussion (FGD) Pengentasan Kemiskinan di Wilayah Kerja PT Pertamina Hulu Rokan, Riau 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Provinsi Riau tercatat menjadi daerah keempat di Sumatera dengan tingkat kemiskinan terendah sebesar 6,67 persen setelah kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau dan Sumatera Barat. 

Kemiskinan Provinsi Riau menunjukkan tren penurunan dari 2019 - 2024 sebesar 0,41 persen.

Ketua Yayasan Rumah Energi, Rusman menyatakan daerah yang kaya sumber daya migas seperti Provinsi Riau masih dijumpai kemiskinan yang cukup signifikan. 

Menurutnya, ada tiga instrumen yang menjadi fokus pengentasan kemiskinan di wilayah kerja Blok Rokan yakni pertumbuhan ekonomi, khususnya share Migas terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau dan bagi hasil migas apakah dialokasikan untuk belanja Publik.

“Dan apakah program dan alokasi anggaran untuk tanggungjawab sosial dan lingkungan perseroan (TJSL) PT RHP apakah sudah tepat sasaran atau belum secara identitas nama, alamat dan titik koordinat,” ucapnya dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengentasan Kemiskinan di Wilayah Kerja PT Pertamina Hulu Rokan, dikutip Jumat (1/11/2024).

Baca juga: Kabar Gembira! Program Makan Bergizi Gratis Ditujukan untuk Ibu Hamil, Balita, dan PAUD hingga SMA

Sekretaris Bappedalitbang Provinsi Riau Purnama Irawansyah dan Direktur Institute Energi Pertambangan dan Industri Strategis Lukman Malanuang dihadirkan dalam FGD tersebut.

Menurut Rusman, pentingnya upaya kolaboratif untuk mengentaskan masalah kemiskinan

Rekomendasi Untuk Anda

"Kedua narasumber sepakat kemiskinan ekstrem di Provinsi Riau perlu dientaskan dengan pendekatan baru yakni keterlibatan seluruh pemangku kepentingan bukan hanya pentahelix dan multi helix yang melibatkan 12 unsur helix pemangku kepentingan yang juga hadir pada FGD tersebut," pungkas Rusman.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas