Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kasus Arisan Bodong, Ibu di Gresik Tipu Puluhan Orang, Kerugian Capai Miliaran dan Korban Diancam

Kasus arisan bodong di Kabupaten Gresik membuat para korban merugi hingga miliaran rupiah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
zoom-in Kasus Arisan Bodong, Ibu di Gresik Tipu Puluhan Orang, Kerugian Capai Miliaran dan Korban Diancam
Freepik
Ilustrasi uang. Seorang ibu, RW (35), di Kecamatan Sidayu, Kecamatan Gresik, Jawa Timur, diduga telah menipu puluhan warga bermodus arisan bodong. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang ibu, RW (35), di Kecamatan Sidayu, Kecamatan Gresik, Jawa Timur, diduga telah menipu puluhan warga bermodus arisan bodong.

Kerugian yang dialami seluruh korban dilaporkan mencapai Rp1,7 milar.

Para korban berbondong-bondong mendatangi Mapolres Gresik karena kesabaran mereka sudah habis.

Sudah ada mediasi yang digelar. Namun, terduga pelaku tidak memperlihatkan itikad baik.

Tak hanya itu, warga malah mendapat ancaman, uang mereka tidak akan kembali,

RW adalah admin arisan yang menjadi tetangga para korban. Dia diduga memanipulasi arisan sehingga para korban tak kunjung mendapatkan giliran menang.

Dia akhirnya dilaporkan kepada Satreskrim Polres Gresik

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam surat tanda terima laporan pengaduan masyarakat (STTLPM) nomor: LPM/738.Satreskrim/XI/2024/SPKT/POLRES GRESIK, disebutkan setiap slot arisan berharga Rp150.000.

Salah satu pelapor, Muhammad Cholid, mengaku ikut 1,5 slot sehingga membayar Rp225.000.

“Proses pembayaran dilakukan satu minggu sekali sebesar Rp150.000 dibayar secara cash, sisanya Rp75.000 dibayar melalui transfer ke rekening RW (terlapor). Pengundiannya juga dilakukan seminggu sekali," kata Cholid di Mapolres Gresik, Senin, (4/11/2024).

Arisan yang diikuti warga dari berbagai wilayah itu ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan peserta.

Baca juga: Buruh Tani dan Kuli di Gresik Jadi Korban Arisan Bodong, Uang Rp 1,7 Miliar Raib Digondol Pelaku

Cholid sendiri mengaku merugi hingga Rp30.825.000,

"Sampai sekarang sebanyak 82 tidak dibayar, ada yang sudah bayar Rp20 juta sampai Rp40 juta," katanya.

Nikmaroh (55), korban lainnya, mengatakan arisan dimulai tahun 2021. Jumlah peserta mencapai 141 orang dan ada satu admin yang kini menjadi terlapor.

Peserta diharuskan membayar Rp150 ribu tiap pekan. Oleh karena itu, total uang didapatkan satu peserta dalam setiap pengundian ialah Rp21.150.000. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas