Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Banyak yang Terserang ISPA hingga Hipertensi

Beberapa hari di pengungsian, ratusan pengungsi mulai terkena beragam penyakit. 72 di antaranya adalah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi Banyak yang Terserang ISPA hingga Hipertensi
TribunFlores.com/Arnold Welianto
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) erupsi lagi, Kamis (7/11/2024) sekitar pukul 06.32 Wita. 

TRIBUNNEWS.COM - Inilah kabar terbaru soal erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Beberapa hari di pengungsian, ratusan pengungsi mulai terkena beragam penyakit.

Demikian yang disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Flores Timur, Hironimus Lamawuran.

Ia menuturkan, per Rabu (6/11/2024) ada 232 kasus pengungsi yang terkena serangan penyakit.

72 di antaranya adalah kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Lalu 15 kasus sakit kepala atau cephalgia, 32 kasus hipertensi, dan beberapa penyakit lain.

"Total yang terdata sebanyak 232 kasus," ujar Hironimus, dikutip dari Kompas.com.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menuturkan, pengungsi yang terserang penyakit akan ditangani oleh tenaga kesehatan yang berada di posko pengungsian.

Jika kondisinya makin parah, maka mereka akan dirujuk ke Puskesmas atau rumah sakit.

"Tenaga kesehatan ini dari Puskesmas Boru, Puskesmas Lewolaga, Puskesmas Lato dan Puskesmas Demon Pagong," pungkasnya.

Para Pengungsi Dievakuasi

Ratusan pengungsi asal Desa Nawokote Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur yang bertahan tanpa bantuan selama empat hari di perkebunan Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang dievakuasi.

Baca juga: Kemensos Beri Santunan untuk Ahli Waris Korban Erupsi Gunung Lewotobi

Ratusan ratusan pengungsi tersebut sudah dievakuasi oleh Tim SAR gabungan ke posko yang sudah disiapkan oleh Pemda Flores Timur, Kamis (7/11/2024).

Kristina Aran (54), seorang pengungsi, mengungkapkan warga mengungsi secara mandiri di lokasi tersebut karena dinilai aman dan cukup jauh dari pusat letusan.

"Kami berasal dari Nawokote. Kami di sini sudah empat hari, saat erupsi besar hari Minggu (3 November 2024)," ujarnya, Kamis, dilansir TribunFlores.com.

Selama empat hari tersebut, mereka mengungsi tanpa mendapatkan bantuan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas