Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PB IDI Kecam Pemukulan Dokter di Papua, Diduga Dilakukan oleh Pejabat Setempat

Korban diketahui bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lukas Enembe, kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in PB IDI Kecam Pemukulan Dokter di Papua, Diduga Dilakukan oleh Pejabat Setempat
Tribunnews.com/ Aisyah Nursyamsi
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi di Jakarta, Kamis (7/9/2023). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mengecam tindakan kekerasan yang dialami oleh dr Yordan Sumomba.

Korban diketahui bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lukas Enembe, kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan.

Kecaman ini disampaikan oleh Ketua Umum PB IDI, DR Dr Moh Adib Khumaidi SpOT.

PB IDI telah berkoordinasi dengan IDI Cabang Jayawijaya terkait dengan penganiayaan yang dialami oleh dr Yordan. 

PB IDI juga meminta aparat kepolisian dan aparat penegak hukum untuk melakukan penindakan keras dan melakukan proses hukum terhadap pelaku sesuai dengan ketentuan hukum yang ada. 

“Kami ingin agar seluruh sejawat dokter dan tenaga kesehatan yang berada di Mamberamo Tengah, serta di seluruh wilayah Papua mendapatkan jaminan keamanan, keselamatan, kenyamanan dalam melakukan pelayanan kesehatan untuk masyarakat di wilayah tersebut," kata dr Adib lewat keterangannya, Senin (11/11/2024). 

Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, PB IDI mengapresiasi darma bakti yang sudah dilakukan oleh para sejawat dokter di wilayah Papua.

Baca juga: Mertua di Jakarta Barat Jadi Tersangka Penganiayaan Terhadap Menantu yang Juga Berstatus Tersangka

Khususnya di wilayah Papua Pegunungan, di IDI Cabang Jayawijaya dengan seluruh anggotanya yang saat ini berjumlah 118 orang yang tersebar di 7 (tujuh) kabupaten di wilayah Papua Pegunungan. 

Berdasarkan laporan kronologis dari IDI cabang Jayawijaya, pada Selasa (5/11/2024) sekitar pukul 13.35 WIT terduga pelaku masuk ke ruangan apotek RSUD Lukas Enembe dan berteriak 

“We kam Kasi sa obat paracetamol ka kalian tidak tau kah saya ini siapa? Saya ini Asisten 3.”

Lalu terduga pelaku masuk ke ruangan korban (dokter) mengambil kursi dan melempar korban. Namun tindakan ini tidak mengenai korban.

Kemudian pelaku mengambil balok kayu dan memukul kearah muka dan punggung korban sehingga ada pasien yang sedang berobat langsung melerai terduga pelaku.

Namun pasien tersebut juga dipukul oleh terduga pelaku.

Setelah itu terduga pelaku keluar dan melakukan pengrusakan terhadap pembatas ruangan yang terbuat dari kayu dan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas