Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Awal Mula Kakek Siswa SMKN 4 Semarang Tahu Kematian Cucunya: Katanya Dibegal

Kakek Siman ikhlas makam cucunya dibongkar demi keadilan setelah penembakan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Awal Mula Kakek Siswa SMKN 4 Semarang Tahu Kematian Cucunya: Katanya Dibegal
Trubunjateng.com/ Agus Iswadi
Kepolisian melakukan ekshumasi makam siswa SMK Negeri 4 Semarang, GRO (17) di TPU Bangunrejo, Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen pada Jumat (29/11/2024) siang. 

TRIBUNNEWS.COM - Siman, kakek dari GRO, seorang siswa SMKN 4 Semarang, Jawa Tengah, menceritakan tragedi kematian cucunya yang ditembak oleh oknum polisi.

Awalnya, Siman tidak mengetahui penyebab kematian GRO dan mengira cucunya meninggal karena dibegal.

Siman mengatakan, pada saat jenazah tiba di Sragen, ia hanya melihat wajah sang cucu saja.

Sementara luka tembak baru ia ketahui saat jenazah cucunya hendak diekshumasi.

"Yang dibuka hanya wajahnya saja (ketika awal jenazah), ingin tahu, cucu saya atau tidak, iya benar cucu saya," jelas kepada TribunSolo.com, Jumat (29/11/2024).

"Waktu dibuka sudah ditata rapi, sudah dikafani seperti orang meninggal, kondisi perut belum tahu, yang tahu baru area muka saja," lanjut Siman.

Dikutip dari Kompas.com, ketika jenazah tiba di rumah duka, pengakuan keluarga diberi informasi GR korban begal di Semarang

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau ditembak belum tahu, meninggalnya katanya begal, saya tidak tau. Kita tidak tahu masalahnya apa. Saya baru lihat mukanya saja," kata Siman.

Proses Ekshumasi

Kini, Polda Jawa Tengah telah melakukan ekshumasi terhadap GRO pada Jumat, 29 November 2024.

Siman mengaku ikhlas makam cucunya dibongkar demi keadilan.

Ia hadir langsung di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bangunrejo, Desa Saradan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, untuk menyaksikan proses tersebut.

"Iya setuju (makam dibongkar), demi keadilan, biar prosesnya biar berjalan dengan lancar," 

"Biar tahu barang buktinya, anak ini meninggal karena apa, keluarga ikhlas," ungkapnya. 

Keluarga Mengungkapkan Kesedihan

Sementara itu, Bude GRO, Diah Pitasari, menambahkan bahwa ayah GRO, Andi Prabowo, setiap malam didatangi putranya dalam mimpi.

"Kata ayahnya itu Gamma tiap hari datang (ke mimpi), mungkin karena peluru masih di dalam tubuhnya Gamma," katanya, Jumat (29/11/2024).

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas